REVISI KUHP

Bikin jera PSK dengan hukuman denda Rp15 ribu

Sejumlah wanita terjaring razia kesusilaan di Pekanbaru, Riau, 27 April 2015
Sejumlah wanita terjaring razia kesusilaan di Pekanbaru, Riau, 27 April 2015 | Rony Muharrman/Ant

Heboh penangkapan germo Robby Abbas (32) dan Pekerja Seks Komersial(PSK) AA (22 tahun) oleh Polres Jakarta Selatan, 8 Mei 2015, masih menjadi percakapan seru masyarakat.

Perbincangan makin seru setelah polisi merilis informasi Robby punya inventory 200 nama, kebanyakan dari kalangan artis seperti AA, yang biasa ia dagangkan. Tarif kencannya per durasi pendek dikabarkan berkisar Rp80 juta - Rp200 juta.

Sejatinya artis menyambi jadi PSK bukan hal baru. Demikian menurut mantan artis Rachel Maryam yang banting profesi jadi politisi Gerindra.

"Kalau tahu, ya saya tahu. Tapi, saya enggak kepo buat cari tahu itu. Pasti, omongan-omongan seperti itu ada di kalangan artis. Si A, si B jadi seperti itu, diomongin, hal biasa. Namanya gosip, ya saya hanya tahu saja," kata Rachel dikutip JPNN.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak kaget dengan berita tersebut. "Prostitusi mah sudah ada dari (zaman) saya masih ngompol, Bos! Cuma kita munafik saja pura-pura enggak tahu," kata Basuki dikutip Kompas.com.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam menilai kasus ini serius dan memprihatinkan. Dia minta pelakunya dihukum agar jera.

"Segera tuntaskan revisi KUHP dengan memberikan pemberatan hukuman bagi pihak-pihak yang terlibat praktik prostitusi. Perlu ada mekanisme penjeraan melalui pemberatan hukuman," ujarnya dikutp Detikcom.

Kebetulan polisi punya pasal penjerat muncikari dan PSK. "Tersangka dijerat dengan pasal 296 dan 506 KUHP tentang kesusilaan. Karena ada pengecualian, jadi tersangka bisa kami tahan," tutur Kombes Pol Wahyu Hadiningrat dikutip Indopos.

Lalu seberat apa ancaman hukuman bagi muncikari dan PSK itu?

Pasal 206 KUHP dalam BAB XIV tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan. Bunyinya:

Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Pasal 506 KUHP dalam BAB II tentang Ketertiban Umum. Bunyinya:

Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Apakah ancaman hukuman tersebut bisa membuat pelaku jera?

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR