PELECEHAN SEKSUAL

Bill Cosby, kisah jatuhnya seorang bintang

Pesohor Bill Cosby (tengah) tampak meninggalkan ruang pengadilan Montgomery County Courthouse di Norristown, Pennsylvania, AS, 25 April 2018.
Pesohor Bill Cosby (tengah) tampak meninggalkan ruang pengadilan Montgomery County Courthouse di Norristown, Pennsylvania, AS, 25 April 2018. | Tracie Van Auken /EPA-EFE

Pesohor yang dulu dianggap sebagai tokoh panutan, kini menjadi pesakitan. Dialah Bill Cosby, aktor asal Amerika Serikat yang pada masa jayanya dijuluki "American Dad" karena keberhasilannya membawakan peran sebagai sosok bapak yang ideal dalam serial TV komedi situasi, The Cosby Show.

Ia juga merupakan aktor kulit hitam pertama di AS yang merebut Emmy Award berkat permainannya di film seri I Spy yang tayang di televisi pada 1965-68.

Cosby, kini berusia 80 tahun, dinyatakan bersalah oleh juri di Pengadilan Montgomery County, Norristown, Pennsylvania, AS dalam kasus pelecehan seksual terhadap perempuan bernama Andrea Constand. Demikian dikabarkan The New York Times (26/4/2018).

Pemeran Dr. Heathcliff "Cliff" Huxtable yang jenaka dan jadi suri teladan dalam The Cosby Show itu terbukti bersalah dalam tiga dakwaan yang diajukan.

Keputusan ini diambil usai sidang ulang dilakukan setelah pada tahun lalu para juri tidak berhasil mencapai kesepakatan hingga masa untuk mempertimbangkan keputusan selesai.

Hakim Steven T. O'Neill belum menentukan kapan vonis bakal diumumkan. Masing-masing dakwaan itu memiliki hukuman maksimal 10 tahun penjara, sehingga ada kemungkinan Cosby bakal meringkuk di sel selama 30 tahun.

Hakim O'Neill memutuskan tidak menahan Cosby hingga vonis ditentukan. Namun sang terdakwa tidak diperkenankan ke luar dari rumahnya. Karena ia memiliki banyak rumah, jika ia ingin tinggal di rumahnya yang berada di negara bagian lain, Cosby mesti terlebih dulu mengenakan alat pelacak GPS.

Gerakan #MeToo, yang merebak di media sosial setelah terbongkarnya kasus pelecehan seksual oleh produser ternama Hollywood, Harvey Weinstein, disebut-sebut berpengaruh besar pada keputusan dewan juri dalam sidang itu.

BBC mengabarkan, lebih dari 50 perempuan mengungkapkan bahwa Bill Cosby pernah melecehkan mereka. Insiden yang dialami para perempuan itu merentang mulai 1960-an hingga awal 2000-an.

Modus operandinya mirip. Mereka diberi obat penenang--Quaaludes yang menyebabkan kelumpuhan sementara-- lalu diperkosa.

Akan tetapi, karena adanya undang-undang pembatasan (statute of limitations) dalam sistem hukum AS, hanya Constand yang berhasil membawa kasusnya hingga ke pengadilan.

Undang-undang tersebut memberi tenggat laporan tuduhan tindakan kriminal. Rentangnya beragam, mulai dari 3 tahun sejak kriminalitas itu terjadi, hingga tak terbatas--tergantung negara bagian yang menerapkan.

Statute of limitations yang berlaku bagi kejahatan seksual di Pennsylvania adalah 12 tahun.

Constand menyatakan pelecehan yang dilakukan Cosby terjadi di rumah aktor itu di Pennsylvania pada 2004. Constand adalah karyawan di tim basket Universitas Temple, sementara Cosby adalah almamater, sekaligus donor, universitas tersebut. Mereka pertama bertemu dan berkenalan dua tahun sebelumnya.

Cosby, menurut Constand, memberinya anggur dan tiga pil, yang disebutnya obat herbal. Setelah menelannya, Constand lalu "membeku" dan Cosby memperkosanya.

Korban lalu pulang ke rumah ibunya di Toronto, Kanada, dan, setahun kemudian, menceritakan peristiwa yang menimpanya.

Ia akhirnya mengadukan kasus tersebut kepada polisi Kanada dan tiga hari setelahnya, Cosby menelepon dan meminta maaf. Namun ia bersikukuh bahwa hubungan seksual terjadi tanpa paksaan.

Jaksa Wilayah Montgomery County juga menolak membawa kasus tersebut ke pengadilan karena "tak ada bukti yang kredibel dan meyakinkan".

Constand tetap mengajukan tuntutan tetapi pada September 2005 kasus tersebut diendapkan setelah Cosby membayar sejumlah uang kepada korban. Pada sidang awal April 2018 baru terungkap bahwa uang yang dibayarkan itu sejumlah $3,4 juta.

Sembilan tahun kemudian, pada 2014, beberapa perempuan kembali muncul menyatakan Cosby telah melecehkan mereka secara seksual.

Kevin R. Steele, jaksa wilayah Montgomery County yang baru, menyatakan pengendapan kasus Cosby pada 2005 itu adalah keputusan yang salah dan dia pun mengangkatnya kembali. Cosby lalu ditangkap pada 30 Desember 2015, tepat sebelum statute of limitations berakhir.

Singkatnya, persidangan dimulai kembali dan bukti-bukti baru diungkapkan hingga akhirnya juri memutuskan Cosby bersalah, 14 tahun setelah pelecehan itu terjadi.

Beberapa perempuan yang mengaku juga pernah dilecehkan Cosby hadir pada sidang tersebut. Begitu keputusan juri dibacakan, mereka langsung meluapkan emosi mereka.

"Hari ini, juri ini telah menunjukkan apa yang disuarakan gerakan #MeToo, bahwa suara perempuan layak untuk dipercayai," kata Lili Bernard, salah satu orang yang menuduh Cosby telah melecehkannya, dikutip Vox.

Bernard dan para penyintas lainnya tampak menangis dan berpelukan di luar gedung pengadilan. Sebelumnya mereka pesimistis juri akan menyatakan si tertuduh bersalah, mengingat gagalnya sidang pertama, pun status selebritas Cosby.

Gloria Allred, pengacara yang mewakili lebih dari 30 perempuan yang mengaku dilecehkan Cosby, menyatakan gembira karena perempuan telah dipercaya.

Usai sidang, Cosby pulang ke rumahnya di pinggiran kota. Juru bicaranya, Andrew Wyatt, menyatakan mereka berencana untuk banding atas dasar kesalahan penuntutan dan untuk menegaskan bahwa statute of limitations sudah habis sebelum tuntutan diajukan pada Desember 2015.

"Tuhan memberi cobaan tertentu dalam hidupmu, bukan untuk menghancurkanmu tapi untuk membangunmu," kata Wyatt said. "Kami akan bangun dari sini."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR