INDUSTRI PENERBANGAN

Boeing 737 NG retak, maskapai ramai-ramai kandangkan pesawat

Pekerja memotret sejumlah pesawat Boeing seri 737-800 dan 737-900ER milik Lion Air yang terparkir di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/3/2019).
Pekerja memotret sejumlah pesawat Boeing seri 737-800 dan 737-900ER milik Lion Air yang terparkir di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/3/2019). | Muhammad Iqbal /Antara Foto

Boeing menemukan 38 retakan (crack) struktural pada pesawat Boeing 737 Next Generation (NG) produksinya di seluruh dunia. Retakan yang ditemukan saat Boeing memeriksa 810 pesawat memicu sejumlah maskapai di dunia untuk menghentikan sementara operasional armada jenis tersebut.

Dari hasil inspeksi yang dilakukan oleh Boeing, sekitar 38 pesawat atau 5 persen di antaranya mengalami keretakan pada bagian pickle fork --bagian yang menghubungkan badan pesawat ke sayap. Setiap pesawat diketahui memiliki empat pickle fork.

Otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federation Aviation Administration (FAA) , mengimbau pesawat-pesawat yang mengalami keretakan tersebut harus diistirahatkan (grounded) sampai perbaikan selesai dilakukan.

Boeing 737 NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 siklus terbang atau Flight Cycle Number (FCN) wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari tujuh hari sejak tanggal efektif 11 Oktober 2019.

Sementara Boeing 737 NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 siklus terbang wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1.000 FCN sejak tanggal efektif tersebut. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan kembali setiap 3.500 siklus terbang secara berulang.

Di dalam negeri, beberapa maskapai nasional yang tercatat memilki Boeing 737 NG pun langsung menghentikan penggunaannya untuk sementara. Misalnya, satu pesawat milik Garuda Indonesia Group yang di-grounded.

Garuda Indonesia Group memiliki 73 pesawat Boeing 737-800 NG, mayoritas masih tergolong baru sehingga belum mencapai angka siklus terbang di atas. Sementara pesawat yang di-grounded adalah satu dari tiga pesawat yang sudah mencapai akumulasi siklus terbang 30.000.

Garuda akan menggelar pemeriksaan lebih lanjut dengan pihak Boeing Co. untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

"Ada tiga unit Boeing NG kami yang sudah mencapai flight cycle 30.000. Dari tiga itu, satu sudah kami temukan (adanya dugaan retakan pada pickle fork), posisinya saat ini sudah di-grounded," katanya dalam keterangan pers dikutip Rabu (16/10/2019).

Begitu pula dengan Sriwijaya Air yang telah melakukan grounded terhadap dua pesawatnya pada Jumat (11/10). Maskapai milik Chandra Lie ini memiliki 24 pesawat berjenis Boeing 737-800 NG.

Lion Air Group tercatat memiliki jumlah pesawat tipe Boeing 737 NG terbanyak di Indonesia. Masing-masing 102 unit milik Lion Air dan 14 unit milik Batik Air.

Lion Air tipe pesawat Boeing 737-800NG.
Lion Air tipe pesawat Boeing 737-800NG. | Ari Chandra /Lion Air

Namun Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa seluruh pesawat tipe tersebut yang dimiliki masih berumur muda, sehingga imbauan untuk melakukan grounded tidak perlu dilakukan.

"Saat ini umur pesawat Lion Air pada 25.000 flight cycle data atau masih di bawah 30.000," ungkap Danang kepada CNBC Indonesia.

Ia menegaskan pemeriksaan dan perawatan akan terus dilakukan sesuai airworthines directive (AD) atau perintah dari lembaga berwenang seperti FAA, EASA atau DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara).

Sementara di luar negeri, Southwest Airlines dan Brazil’s Gol Linhas Aereas juga telah melakukan grounded terhadap setidaknya 13 pesawat Boeing 737 NG.

Pada pekan lalu, FAA memberi tahu maskapai pesawat di AS untuk memeriksa 165 unit Boeing 737 NG yang lebih tua untuk mengidentifikasi retakan struktural. FAA menambahkan bahwa pihaknya sedang bekerja dengan perusahaan pabrik dan regulator keselamatan penerbangan internasional lainnya untuk menelaah faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya retakan.

Boeing 737 NG adalah pesawat berbadan sempit yang ditenagai oleh dua mesin dan diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes. Seri 737-800 merupakan varian 737 NG yang paling populer dan paling sukses penjualannya. Pesawat ini memiliki kapasitas tempat duduk hingga 189 penumpang.

Pada April 2013 lalu pesawat jenis ini pernah terlibat insiden kecelakaan. Pesawat Lion Air JT 904 jurusan Bandung-Denpasar mendarat darurat di laut dekat Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pesawat Boeing 737-800 NG produksi 2012 itu mendarat di laut dengan kondisi bagian belakang pesawat terbelah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR