KINERJA BUMN

Bongkar pasang pejabat kilat ala Erick Thohir

Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Belum genap satu bulan duduk di kursi pimpinan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir sudah membuat gebrakan nyata di tubuh internal. Erick merombak seluruh posisi pejabat di Kementerian BUMN dan di tubuh sejumlah perusahaan pelat merah.

Di level eselon I, Erick memangkas jumlah deputi kementerian BUMN menjadi tiga dari sebelumnya tujuh. Tujuh orang lama tersebut selanjutnya dipindahkan menjadi direksi dan komisaris di beberapa BUMN.

Saat ini, Erick sudah memiliki dua Wakil Menteri yang berasal dari dunia korporasi, yakni Budi G. Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Keduanya merupakan mantan bankir dan pernah menjabat sebagai pemimpin BUMN bank dan tambang.

Restrukturisasi jabatan ini menurut Erick adalah bagian dari program mutasi jabatan atauTour of Duty di tubuh birokrasi. Ia memindahkan orang-orang yang selama ini bekerja dalam lingkungan birokrasi ke lingkungan korporasi. Begitupun sebaliknya. Menurutnya strategi ini selaras dengan misi Presiden RI Joko Widodo mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien.

"Sebetulnya hal ini adalah bagian dari Tour of Duty. Dari korporasi mengerti mengenai birokrasi, seperti Pak Kartika dan Pak Budi Sadikin. Begitu juga dari birokrasi harus mengerti permasalahan di korporasi, seperti yang dijalankan hari ini," kata Erick, Senin (19/11/2019)

Kebijakan ini menjadi salah satu dari program 100 hari Erick yang baru saja ditunjuk jadi menteri BUMN. Namun, dia memastikan proses evaluasi dilakukan dengan cepat. Penyederhanaan birokrasi ini sudah dicanangkan Presiden Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden 2019-2024 yang disampaikan di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Untuk mengelola aset sebesar Rp8.200 triliun itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," ujar Erick.

Di level manajemen BUMN, Erick juga membuat gebrakan dengan memanggil nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan mantan Ketua KPK Chandra Hamzah. Keduanya masuk dalam bursa bos BUMN.

Langkah tidak biasa

Langkah Erick yang mencopot seluruh pejabat eselon I BUMN dalam sehari dinilai tidak biasa, sekaligus radikal oleh pengamat sekaligus mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu.

"Langkah Erick Thohir memberhentikan semua pada waktu bersamaan adalah langkah tidak biasa, unusual. Tapi tidak salah," kata Said Didu kepada Beritagar.id,

Ia meyakini kondisi BUMN saat ini memang perlu diselamatkan, mengingat kinerja beberapa BUMN tercatat menurun dan utang juga menumpuk. Tidak hanya itu, aliran kas atau cash flow beberapa BUMN juga dinilai tersendat.

Kepala Lembaga Manajemen Fakultan Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai perampingan itu diyakini akan mempermudah birokrasi, termasuk perizinan, yang akan ditangani hanya oleh dua wamen.

Hal itu senada dengan pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang mengatakan bahwa rotasi di jajaran deputi dilakukan untuk memperbaiki kinerja kementerian. Dengan rotasi ini, tidak akan ada tumpang tindih atau bentrokan pekerjaan antara deputi dan wakil menteri.

"Jadi birokrasi di BUMN lebih simpel fungsi deputi sudah di-cover (wamen). Birokrasi pendek, BUMN mudah melakukan aksi korporasi, proses lebih cepat," tandasnya.

Toto meyakini, adanya perampingan di Kementerian BUMN tersebut akan membuat proses birokasi lebih sederhana selain lebih cepat, terutama dalam upaya memudahkan perizinan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR