TIMNAS INDONESIA

Buka-bukaan Rizky Pora soal pemukulan Bayu dan dicoret Timnas

Pemain Timnas Indonesia Rizky Pora saat ditemui di salah satu hotel Bekasi, Jawa Barat, Juni 2017.
Pemain Timnas Indonesia Rizky Pora saat ditemui di salah satu hotel Bekasi, Jawa Barat, Juni 2017. | Bismo Agung /Beritagar.id

Rizky Pora mesti mengubur mimpinya membela Timnas pada kualifikasi Piala Dunia 2022 September nanti. Sayap kiri Barito Putera itu dicoret Simon McMenemy, pelatih Timnas, karena alasan indisipliner.

Ia melakukan aksi tak terpuji saat klubnya bertandang ke markas PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2019. Pemain berusia 29 itu terciduk kamera memukul Bayu Gatra hingga tersungkur selesai laga.

Sebelumnya, Pora menjadi bagian dari 24 pemain yang akan mengikuti training camp (TC) 21 Agustus mendatang. Kini, posisinya digantikan pemain Persib, Febri Hariyadi.

Kepada Beritagar.id, Pora mengaku menerima keputusan McMenemy itu. Ia bersedia menjawab beberapa pertanyaan saya terkait insiden pemukulan itu dan bagaimana komunikasinya dengan McMenemy usai dicoret. Berikut percakapan via telepon yang dilakukan Rabu pagi (21/8/2019):

**-**

Mengapa Anda memukul Bayu Gatra, ada masalah personal dengan dia?
Tidak ada itu masalah personal. Dia teman saya, bagaimanapun. Itu khilaf saja karena sedang emosi dan cekcok dengan Bayu di lapangan.

Apakah ini soal persaingan posisi di Timnas?
Saya tidak berpikir ke sana. Namanya pertandingan sengit. Saya tidak sabar saja saat itu. Masalahnya pun sudah selesai. Bayu pemain baik dan bagus.

Hal serupa pernah Anda lakukan kepada pemain lain?
Alhamdulillah belum dan ini adalah yang terakhir.

Sebenarnya Anda sadar tidak bahwa konsekuensinya akan seberat ini, yakni dicoret Timnas?
Sudah tahu. Tapi saya harus gentle menghadapi konsekuensinya. Pelajaran yang bisa diambil adalah saya harus lebih sabar.

Kapan Anda tahu dicoret dari Timnas. Langsung ditelepon oleh Simon McMenemy atau bagaimana?
Sore hari ini pertandingan, besoknya saya dikasih tahu dari pihak PSSI bahwa saya dicoret.

Anda sempat protes kepada PSSI dan hendak banding terhadap hukuman itu?
Enggak. Ini adalah pelajaran baik untuk saya agar ke depannya menjadi pemain yang lebih dewasa. Saya tahu itu dan sadar akan kesalahan saya.

Apa yang Anda jelaskan kepada Bayu dan McMenemy soal pemukulan itu?
Dengan Bayu dan pelatih (McMenemy) sudah selesai. Kita sudah berkomunikasi soal itu. Tidak ada perasaan tidak enak dari Bayu atau saya. Semuanya clear.

Apakah dijelaskan sampai kapan Anda dihukum tidak bisa membela Timnas oleh McMenemy?
Aku enggak tahu ya. Aku ikuti saja aturan PSSI dan pelatih.

Menurut Anda, bagaimana kualitas Timnas senior saat ini untuk hadapi kualifikasi Piala Dunia?
Bagus ya materinya. Febri pengganti saya juga itu pemain bagus. Saya rasa kita bisa mengalahkan Malaysia. Semoga saja.

Barito Putera, yang memiliki banyak pemain bagus, kok tidak bisa maksimal di Liga 1 saat ini. Kenapa?
Maaf. Saya tidak bisa menjawab itu. Yang jelas kami selalu berusaha maksimal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR