Bus AKAP yang taklaik operasi dilarang angkut penumpang mudik

Sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menunggu penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (19/5/2016). Kementerian Perhubungan akan menyiapkan sebanyak 46.478 armada bus AKAP, Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan pariwisata menyambut musim mudik Lebaran 2016 atau meningkat 1.607 bus dari 2015, sebanyak 44.871 armada bus.
Sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menunggu penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (19/5/2016). Kementerian Perhubungan akan menyiapkan sebanyak 46.478 armada bus AKAP, Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan pariwisata menyambut musim mudik Lebaran 2016 atau meningkat 1.607 bus dari 2015, sebanyak 44.871 armada bus. | Widodo S. Jusuf /ANTARAFOTO

Menyambut mudik Lebaran 2016, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memantau sepuluh terminal bus di Jabodetabek untuk mengecek kelaikan bus dan fasilitas terminal.

Dari pemeriksaan itu ditemukan setidaknya hanya 20 persen bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) yang laik beroperasi. Sisanya, tidak memenuhi standar uji fisik seperti lampu, rem, ban, alat-alat keselamatan, dan alat kesehatan seperti P3K, dan lainnya.

Kepala BPTJ, Elly Adriani Sinaga, tidak mau mengambil risiko keselamatan penumpang. Pihaknya kemudian tidak akan mengizinkan bus-bus yang tak laik itu untuk mengangkut penumpang. Bagi bus yang dinyatakan laik, akan ditempel stiker agar penumpang mengetahuinya.

"Target kami pelaksanaan Lebaran adalah zero accident. Kami sangat berhati-hati," kata Elly di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, dalam kompas.com, Senin (6/6/2016).

Elly pun memberikan tenggat waktu kepada PO (perusahaan otobus) yang bus-busnya tidak memenuhi standar kelaikan untuk segera diperbaiki, sebelum memberangkatkan penumpang dalam musim mudik nanti. Tak ada tawar-menawar. "Enggak laik, enggak usah jalan!" tegasnya.

Bahkan, saat melakukan pengecekan di Terminal Kalideres, dari 30 bus AKAP, hanya tiga yang dinyatakan laik jalan.

Ketidaklaikan yang ditemukan, seperti yang dilansir dalam Antaranews di antaranya ban yang tidak ada baut, sehingga mudah lepas, kemudian kaca jendela pecah, tidak ada rem tangan, tidak ada alat pemecah kaca dan alat pemadam kebaran dan sebagainya.

Dia juga meminta seluruh bus untuk menyediakan alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Kasus itu, lanjut Elly, tak hanya ditemukan di Terminal Kalideres saja, tetapi juga di terminal lainnya, termasuk Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Selain itu, Elly menjelaskan seharusnya terdapat zonasi dalam terminal, yaitu zona 1 di mana penumpang sudah mendapatkan tiket, zona 2 di mana penumpang belum mendapatkan tiket, zona pengendapan yaitu zona pemeriksaan kendaraan, dan zona perpindahan moda.

Penumpang tidak boleh berada di jalur sirkulasi kendaraan serta harus ada kepastian jam keberangkatan. Jika ada keterlambatan keberangkatan, kepala terminal wajib memberitahu penumpang, dua jam telat, PO wajib memberikan kompensasi makanan.

Pihaknya juga telah menyepakati 10 perjanjian, yang di antaranya harus ada tempat pengecekan kesehatan pengemudi, ruang peristirahatan, ruang tunggu penumpang, tempat pengujian kendaraan, pengecekan SIM, KTP, dan tanda pengenal pengemudi lainnya.

"Kami pesan juga sama penumpang, kami enggak mau penumpang kalau Lebaran pada duduk di jalanan," tutur Elly.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen, mengatakan pihaknya telah menambah rambu, dan akan menambah ruang peristirahatan untuk pengemudi, ruang tunggu untuk penumpang, serta sirkulasi untuk pemisahan jalur kendaraan dengan penumpang.

"Ramp check" atau pemeriksaan rutin dilakukan mulai 6 Juni sampai 24 Juni 2016 dan saat ini telah dilakukan di 10 terminal dengan 300 bus. BPTJ juga akan terus melakukan pengecekan dan uji fisik bus.

Selama bus AKAP itu tidak laik beroperasi, BPTJ tidak akan memberikan izin beroperasi sama sekali sebelum PO bus yang bersangkutan memperbaikinya.

"Belum Lebaran saja sudah semrawut, gimana nanti Lebaran. Ya masih (perlu) diperbaikilah. Lihat saja sendiri," ucap Elly.

Kementerian Perhubungan merinci jumlah angkutan Lebaran yang akan beroperasi pada mudik Lebaran 2016. Pertama bus, disediakan sebanyak 46.478 unit, sementara bus bantuan 1.607 unit. Angkutan penyebrangan disediakan 195 kapal dengan delapan kapal cadangan.

Untuk angkutan laut, disediakan 1.273 kapal dengan 11 kapal cadangan. Angkutan udara 529 pesawat dengan 59 pesawat tambahan. Sementara kereta disediakan 372 unit dengan dua kereta tambahan.

Kemenhub juga meramalkan puncak arus mudik moda angkutan jalan pada H-3 yakni (Minggu, 3 Juli 2016), sedangkan moda angkutan laut, kereta api dan udara diprediksi pada H-4 (Sabtu, 2 Juli 2016).

Sementara, puncak arus balik untuk seluruh moda sama diprediksi pada H+4 (Minggu, 10 Juli 2016).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR