PEMILU 2019

Caleg eks-koruptor bisa bertambah lebih dari 14 orang

Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama Anggota KPU Ilham Saputra (kiri) saat rapat bersama Komisi II DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).  KPU bakal mengumumkan daftar tambahan caleg ekskoruptor pekan depan.
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama Anggota KPU Ilham Saputra (kiri) saat rapat bersama Komisi II DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (9/1/2019). KPU bakal mengumumkan daftar tambahan caleg ekskoruptor pekan depan. | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Calon anggota legislatif (Caleg) ekskoruptor dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bisa bertambah lebih dari 14 orang. Menurut gabungan data dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari 49 nama caleg ekskoruptor yang sudah diumumkan pekan lalu bakal bertambah lebih dari 14 orang.

Perludem menyatakan setidaknya ada 14 caleg ekskoruptor yang belum diumumkan KPU. KPU sebelumnya telah mengumumkan 49 nama caleg ekskoruptor yang ikut di Pemilu 2019. Sementara itu, dalam catatan Perludem ada 63 ekskoruptor di Pemilu 2019.

"Setelah kami kumpulkan putusan-putusan pengadilannya yang inkrah ternyata data yang bisa kami kumpulkan dari Perludem ada pertambahan 14 caleg mantan terpidana korupsi," kata Direktur Perludem, Titi Anggraini, dalam sebuah diskusi di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019) seperti dinukil dari CNN Indonesia.

Titi menjelaskan, dari 14 caleg ekskoruptor tambahan itu, ada 13 orang yang maju sebagai caleg DPRD tingkat kabupaten/kota. Sedangkan sisanya caleg DPRD tingkat provinsi.

Menurut KPU, jumlah yang dibeberkan Perludem bisa bertambah. "Tadi kalau Perludem ada 14 (caleg eks koruptor) ya, nanti kami akan bisa lebih. Nanti kami akan umumkan waktunya kapan, kami akan segera umumkan," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di kantornya, Kamis (7/2/2019) seperti dipetik dari Kompas.com.

Ilham memastikan, dari pertambahan jumlah caleg eks koruptor, tak ada caleg yang maju di DPR RI. Caleg eks koruptor maju di tingkat DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabulaten/kota. Kini KPU masih melakukan pencocokan data caleg eks koruptor ke KPU daerah. KPU, rencananya bakal mengumumkan lagi daftar caleg ekskoruptor pekan depan.

Jika dibedakan berdasarkan partai politiknya, Titi menyebut Partai Hanura menampung ekskoruptor terbanyak, 3 orang. Kemudian disusul Partai Berkarya 2 orang, PPP 2 orang, Partai Demokrat 2 orang, PKPI 2 orang, PKS 1 orang, Partai Perindo 1 orang, dan PAN 1 orang.

Berdasar data Perludem ini, Partai Golkar dan Partai Hanura jadi partai dengan caleg ekskoruptor terbanyak dengan masing-masing 8 orang.

Disusul Partai Gerindra sebanyak 6 orang, Partai Demokrat ada 6 orang, Partai Berkarya ada 6 orang, dan PAN ada 5 orang. PKPI ada 3 orang, PKS ada 2 orang, PPP ada 2 orang, Perindo ada 2 orang, Partai Garuda ada 2 orang, PBB ada 1 orang, dan PDIP ada 1 orang.

"Sekarang hanya tinggal tiga, dari data kami, partai yang tidak ada mantan napi korupsinya: PKB, NasDem, dan PSI," ucap Titi.

Rabu (30/1/2019) lalu, KPU mengumumkan daftar 49 nama caleg ekskoruptor. Mereka terdiri dari 9 caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD), 16 caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, dan 24 caleg DPRD Kabupaten/Kota. Kesemuanya berasal dari 12 partai politik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR