PENCEGAHAN KORUPSI

Calon pimpinan KPK mengerucut ke 20 nama

Ketua Panitia Seleksi (pansel) calon pimpinan KPK Yenti Garnasih (keempat kiri) didampingi anggota pansel (dari kiri) Al Araf, Marcus Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Indriyanto Seno Adji, Harkristuti Harkrisnowo, Hamdi Moeloek dan Hendardi berjabat tangan bersama seusai menyampaikan keterangan pers tentang hasil tes psikologi capim KPK di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Ketua Panitia Seleksi (pansel) calon pimpinan KPK Yenti Garnasih (keempat kiri) didampingi anggota pansel (dari kiri) Al Araf, Marcus Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Indriyanto Seno Adji, Harkristuti Harkrisnowo, Hamdi Moeloek dan Hendardi berjabat tangan bersama seusai menyampaikan keterangan pers tentang hasil tes psikologi capim KPK di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019). | Dhemas Reviyanto /AntaraFoto

Bursa calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengerucut ke 20 nama. Jumat (23/8/2019), panitia seleksi (pansel) KPK memutuskan 20 nama tersebut lolos uji profil (profile assessment) dari total 40 peserta yang mengikuti tes.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menjelaskan, keputusan kelulusan 20 nama capim KPK ini dalam uji profil menyasar pada rekam jejak masing-masing peserta. Selain itu, pansel turut mempertimbangkan masukan-masukan dalam menentukan nama-nama yang lolos.

Profile assessment itu kan sebenarnya sudah ada dari mereka. Kemudian kita track, masuk juga catatan-catatan yang siginfikan dan kita gunakan (jadi bahan pertimbangan),” kata Yenti dalam jumpa pers di Kementerian Sekretariat Negara, Jumat sore.

Dalam penentuan nama-nama yang lolos, sambung Yenti, delapan institusi turut dilibatkan.

Kedelapannya adalah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), KPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Direktorat Jenderal Pajak, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kejaksaan RI.

Keterlibatan delapan institusi ini dijamin Yenti bebas dari politik kepentingan. Pasalnya, dari 20 nama yang lolos, sebagian di antaranya berasal dari beberapa institusi tersebut.

“Kita sudah melakukan suatu tes di mana yang bersangkutan itu harus punya independensi. Ketika di sana, meninggalkan kepentingan lembaga asalnya, apa pun lah,” tutur Yenti.

Sayang, Yenti enggan menjelaskan lebih terperinci poin-poin apa saja yang membuat para kandidat tidak berhasil lolos uji profil. “Tidak bisa disampaikan dong,” ujarnya.

Sama halnya dengan materi pada uji wawancara nanti. Hendardi, salah satu anggota Pansel KPK, mengaku sampai saat ini panitia masih menyusun materi lebih detail untuk ditanyakan pada saat wawancara nanti. Dirinya berdalih, salah satu pertimbangan materi wawancara juga akan berasal dari masukan masyarakat.

Begitu pula dengan status pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 20 nama yang lolos ini. Yenti menyatakan, persoalan LHKPN akan dibahas saat wawancara nanti.

“Kita memang tidak menanyakan itu sekarang ini, karena memang aturannya tidak begitu,” tukas Yenti.

Juru bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya meminta Pansel KPK untuk mempertimbangkan rekam jejak integritas para kandidat, utamanya kepatuhan terhadap pelaporan harta kekayaan mereka.

"Kami sebenarnya berharap, untuk menjadi perhatian yang paling utama bagi panitia seleksi adalah kepatuhan pajak. Itu juga penting sekali diperhatikan,” kata Febri.

Tahapan lanjutan yang harus diikuti 20 peserta yang tersisa ini adalah tes kesehatan serta wawancara dan uji publik. Tes kesehatan dijadwalkan pada 26 Agustus 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Sementara, wawancara dan uji publik bakal dilaksanakan pada 27-29 Agustus 2019 di Ruang Serba Guna Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat.

Setelah dua tes ini, Pansel KPK akan kembali mengerucutkan nama capim menjadi 10 peserta sebelum akhirnya diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Tinggal proses di DPR untuk milih 5 (nama). Di situlah hakikat uji publik, karena DPR kan wakil rakyat. Kami membantu di awal dengan wawancara. Nanti lebih detail di DPR,” kata Hendardi.

Adapun nama dan profesi 20 peserta yang lolos uji profil capim KPK adalah:

1. Alexander Marwata, Komisioner KPK
2. Antam Novambar, Anggota Polri
3. Bambang Sri Herwanto, Anggota Polri
4. Cahyo R.E. Wibowo, Karyawan BUMN
5. Firli Bahuri, Anggota Polri
6. I Nyoman Wara, Auditor BPK
7. Jimmy Muhamad Rifai Gani, Penasehat Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi
8. Johanis Tanak, Jaksa
9. Lili Pintauli Siregar, Advokat
10. Luthfi Jayadi Kurnaiwan, Dosen
11. M. Jasman Panjaitan, Pensiunan Jaksa
12. Nawawi Pomolango, Hakim
13. Neneng Euis Fatimah, Dosen
14. Nurul Ghufron, Dosen
15. Roby Arya B, PNS Sekretariat Kabinet
16. Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan
17. Sri Handayani, Anggota Polri
18. Sugeng Purnomo, Jaksa
19. Sujanarko, Pegawai KPK
20. Supardi, Jaksa

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR