KINERJA PLN

Cegah blackout terulang, PLN gandeng TNI dan studi ke Inggris

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) salam komando bersama Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani (kanan) setelah menandatangani MoU Pengamanan dan Pemeliharaan Ketenagalistrikan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019).
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) salam komando bersama Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani (kanan) setelah menandatangani MoU Pengamanan dan Pemeliharaan Ketenagalistrikan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019). | PLN

Untuk mencegah pemadaman listrik atau blackout seperti yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu, PT PLN (Persero) menyiapkan beragam rencana hingga menggandeng mitra. Di antaranya menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan melakukan studi banding ke London, Inggris.

Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengamanan dan Pemeliharaan keandalan sistem ketenagalistrikan di tanah air. Penandatanganan ini dilaksanakan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019).

Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi PLN kepada Panglima TNI pada 20 Agustus silam. PLN menyebut ini juga sebuah langkah strategis dalam menjaga kegiatan operasional di sisi pembangkit, transmisi, dan distribusi untuk menghindari pelbagai masalah teknis, termasuk risiko blackout.

"Kami sangat berterima kasih atas support yang luar biasa dari TNI, tugas penyediaan tenaga listrik oleh PLN akan terasa makin mudah dan makin ringan dengan banyaknya dukungan dan kontribusi yang nyata dari para stakeholder, termasuk TNI," ungkap Sripeni dalam keterangan tertulis, (10/9).

TNI, kata Sripeni, yang didukung oleh tiga matra Darat, Laut, dan Udara merupakan sumber daya strategis dan lengkap untuk mendukung kegiatan operasional PLN. "Jangan segan-segan kalau ada permasalahan di lapangan langsung menghubungi dan menginformasikan kepada TNI, agar kita cari jalan keluarnya," ungkap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Penandatanganan kerja sama berisi 5 buah perjanjian kerja sama (PKS) yakni:

1. Perjanjian Kerjasama Antara DirHCM PLN dengan Asisten Teritorial Panglima TNI terkait Fly-Ash Bottom Ash dan CSR.

2. Perjanjian Kerjasama Antara DirHCM PLN dengan Asisten Teritorial KASAD tentang pendampingan dan pemeliharaan keandalan sistem ketenagalistrikan.

3. Perjanjian Kerjasama Antara DirHCM PLN dengan Asisten Potensi Dirgantara KASAU tentang pengamanan dan bantuan fasilitas TNI AU untuk keandalan sistem ketenagalistrikan.

4. Perjanjian Kerjasama Antara DirHCM PLN dengan Asisten Operasi KASAL tentang pengamanan dan pemeliharaan sistem bantuan sistem ketenagalistrikan.

5. Perjanjian Kerjasama Antara DirHCM PLN dengan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI tentang pemanfaatan sumber daya dalam rangka pengamanan dan penggalangan untuk obyek vital PLN.

Studi ke Inggris

Agar insiden pemadaman listrik tak terulang, Sripeni juga menyebut pihaknya akan melakukan studi banding mengenai sistem kelistrikan ke London. Ironisnya, kota London juga tidak bebas blackout seperti pada 9 Agustus lalu.

"Kami juga akan lakukan studi banding ke be‎berapa negara terkait dengan blackout di UK (United Kingdom/Inggris). Kita akan lihat perbandingan sistem kelistrikan di Indonesia, khususnya di Jawa-Bali dengan di London. Kami menyadari pasti ada perbedaan," jelasnya dalam Rapat Kerja di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (10/9).

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan peninjauan dan perbaikan sistem proteksi kelistrikan yang berkaitan dengan pembangkit listrik dan gardu induk. Dalam urusan ini, PLN menggandeng General Electric (GE) dan Siemens.

"‎Dalam review kami libatkan manufaktur dari GE, Siemens, apakah ada teknologi yang berkembang untuk dapat kami update kembali, bagaimana sistem proteksi di pembangkit, transmisi, maupun gardu induk," kata Sripeni.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR