PEMILU 2019

CEK FAKTA: Hoaks hitung cepat Pilpres bertebaran

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan) didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019).
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan) didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). | Akbar Nugroho Gumay/wsj /Antara Foto

Hoaks perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 melalui penghitungan cepat atau quick count mulai bertebaran usai lembaga survei merilis hasil hitung cepat mereka.

Pantauan Beritagar.id bersama cekfakta.com setidaknya ada empat hoaks yang sudah teridentifikasi dimanipulasi.

Anggota Komite Fact Checking Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Muhammad Khairil Haesy, menyebutkan hoaks klaim perolehan suara akan terus berlanjut sampai Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis hitung resminya.

“Ini polanya sama seperti Pilpres 2014 lalu, Pilkada DKI dan Pilkada Jabar. Tidak akan berhenti sampai ada pengumuman KPU untuk menyerang kredibilitas KPU,” kata Khairil kepada Beritagar.id pada Rabu (17/4) di Gedung The Energy Building, Jakarta.

Berikut contoh hasil hoaks pemilihan suara yang berhasil dibantah oleh tim periksa fakta gabungan berbagai media:

1. NCID menangkan Prabowo

Isu:

Akun Twitter @MSApunya merilis hasil hitung cepat lembaga survei Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) pukul paad 17 April 2019 pukul 16.51 WIB. Dalam grafik tersebut, disebutkan bahwa NCID memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga dengan 51,12 persen suara, berbanding 44,26 persen yang diraih Joko Widodo-Amin Ma'ruf.

Periksa fakta:

Setelah debat Pilpres keempat, NCID merilis hasil survei yang berbeda dari lembaga survei lainnya. NCID justru mengunggulkan Prabowo dan menyebutkan elektabilitas Jokowi merosot 20 persen.

Pada Pileg 2014, kredibilitas lembaga survei ini juga dipertanyakan.

Di sejumlah pemilihan daerah, NCID terbukti tidak akurat, misalnya di Jawa Tengah yang menyebutkan Sudirman-Ida lebih unggul dari Ganjar-Yasin. Di Jakarta, NCID menyebutkan Ahok-Djarot unggul dari Anies-Sandiaga.

Selain itu, dalam akun media sosial NCID, terlihat lembaga ini tidak netral dalam melakukan riset.

2. Klaim Quick Count BPN

Isu:

Akun Twitter @gontaliem mengunggah foto rekapitulasi hasil hitung cepat dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada 17 April 2019 pukul 16.52 WIB. Selain unggahan foto, akun tersebut juga menyebarkan propaganda terkait kredibilitas lembaga survei yang mengunggulkan kemenangan pasangan calon nomor 01.

Periksa fakta:

Informasi ini keliru. BPN memang merilis hasil hitung cepat mereka. Namun, angka yang dimunculkan dalam unggahan tersebut tidak sesuai dengan klaim BPN. BPN merilis angka kemenangan Prabowo per 15.45 WIB yakni 55 persen, sementara dalam foto tertulis 62,1 persen.

3. Manipulasi angka hasil hitung cepat

Isu:

Dalam cuitan akun @dyahwendi, ia merilis hasil foto hasil bidik layar yang angka hitung cepat enam lembaga survei.

Periksa fakta:

Enam lembaga survei yang merilis hasil hitung cepat mereka memenangkan Jokowi-Amin. Tapi, di foto tersebut, semua memenangkan Prabowo-Sandi. Terlebih, angka tersebut tidak sesuai dan diacak dari lembaga satu dengan yang lainnya.

Seharusnya per 16.30 WIB:

Poltracking: Jokowi-Amin 54,81 persen dan Prabowo-Sandi 45,19 persen

LSI Denny JA: Jokowi-Amin 54,75 persen dan Prabowo-Sandi 45,19 persen.

SMRC: Jokowi-Amin 54,97 persen dan Prabowo-Sandi 45,03 persen.

Charta Pilitica: Jokowi-Amin 54,65 persen dan Prabowo-Sandi 45,35 persen

Indikator: Jokowi-Amin 54,56 persen dan Prabowo-Sandi 45,44 persen.

Catatan: angka bisa berubah tergantung kemutakhiran data.

UPDATE: Per 21.00 WIB, Metro TV sudah memberi klarifikasi ada kesalahan teknis dalam memasukkan data.

4. Manipulasi berita hitung cepatTribunnews.com

Isu:

Beredar hasil bidik layar yang tersebar melalui pesan singkat WhatsApp untuk kemenangan Prabowo-Sandi sebanyak 55,44 persen dari hasil hitung cepat LSI Denny JA.

Periksa fakta:

Tidak diketahui pembuat hoaks, tapi setelah diverifikasi dengan pemberitaan soal hitung cepat Denny JA per 15.43 WIB, hasi hitung cepat sementara yakni 54,7 persen untuk Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi 45,3 persen. Per berita ditayangkan, suara yang sudah masuk yakni 70 persen. Berita Tribunnews.com telah dimanipulasi dan disebarluaskan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR