PEMILU 2019

CEK FAKTA: Hoaks pencoblosan serang kredibilitas KPU

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) dan Komisioner KPU Ilham Saputra (kanan) menunjukan barang bukti kasus hoaks KPU di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/4/2019).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) dan Komisioner KPU Ilham Saputra (kanan) menunjukan barang bukti kasus hoaks KPU di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/4/2019). | Galih Pradipta /Antara Foto

Hoaks menjelang dan pada hari pencoblosan makin beragam dibandingkan sebelumnya, mulai dari exit poll di luar negeri, surat suara sudah tercoblos, surat suara rusak atau salah, hingga pencoblosan ulang.

Berdasarkan pantauan Beritagar.id bersama dengan jaringan periksa fakta di Indonesia, cekfakta.com, hoaks yang bermunculan di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram makin intens.

Anggota Komite Fact Checking Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Muhammad Khairil Haesy, menyebutkan perubahan tren hoaks terjadi karena ada perubahan strategi.

"Hoaks yang sekarang buat mempengaruhi perspektif publik bahwa KPU (Komisi Pemilihan Umum) tidak menyelenggarakan pemilu dengan baik dan benar. Akan dibuat (hoaks) bahwa yang menang (pemilu) adalah orang yang curang,” kata Khairil kepada Beritagar.id pada Rabu (17/4) di Gedung The Energy Building, Jakarta.

Khaeril memprediksi akan ada hoaks bertebaran soal hitung suara di daerah dalam waktu dua hari ini. Tren ini berubah dari sebelumnya saat masa kampanye yang justru banyak menjatuhkan kubu yang satu dengan yang lainnya.

Berikut hasil periksa fakta Beritagar.id bersama cekfakta.com dalam dua hari terakhir:

1. Exit poll luar negeri

Isu:

Akun twitter @shoga659 menyebarkan isu soal exit poll di luar negeri di berbagai negara pada 15 April 2019 pukul 10.15 WIB.

Kabar burung tersebut kemudian dibagikan oleh sejumlah akun seperti @LestariKani yang percaya pada exit poll tersebut benar. “Alhamdulillah exit poll Pemilu luar negeri dari beberapa negara menujukkan kemenangan mutlak Jokowi-Ma'ruf. Pengaruh positif bangsa lain terhadap Indonesia membawa kebanggaan WNI di Luar Negeri,” begitu ucapnya.

Periksa fakta:

Exit poll yang resmi dilakukan KPU adalah exit poll di dalam negeri yang dilakukan oleh setidaknya 30 lembaga survei terverifikasi.

Komisioner KPU, Viryan Azis, menjelaskan, "Yang kami atur adalah exit poll di dalam negeri. Dua jam setelah pencoblosan selesai," seperti laporan Okezone.com. Pengaturan exit poll juga sudah tertuang dalam Pasal 449 Ayat 5 UU Pemilu.

Selain itu, menurut laporan CNBCIndonesia.com, penghitungan suara di luar negeri dilakukan pada tanggal 17 April 2019 waktu setempat. Sementara, penyebaran hoaks tersebut sudah berlangsung sejak 15 April 2019.

2. Surat suara tercoblos

Isu:

Akun Twitter @Bagas_nfn menyebarkan berita dari bidik layar pesan soal surat suara yang sudah tercoblos di Jalan Selamat Ujung Medan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Berita tersebut disebarkan pada 16 April 2019 pukul 19.38 WIB.

Periksa fakta:

Kabar ini dibantah oleh Komisionar KPU Medan, M Rinaldi Khair, karena pada saat kabar tersebut tersebar ramai, logistik kotak dan surat suara masih dalam pengepakan untuk selanjutnya didistribusikan ke Kantor Kelurahan Sitirejo III Medan Amplas. .

“Hoax kembali memfitnah KPU Medan dengan isu surat suara dicoblosin di Kantor Lurah Sitirejo III Medan Amplas. Padahal untuk Kecamatan Medan Amplas logistik kotak dan surat suara hingga pagi ini, Selasa (16/4/2019), masih di Gudang Polonia. Masih tahap pengepakan dan persiapan distribusi ke kantor kelurahan,” ujar Rinaldi seperti dikutip dari Tribunnews.com.

3. Surat suara rusak atau salah

Isu:

Foto pesan bidik layar dari akun Bismark Bis Mark yang disebarkan @berteman_mari menunjukkan pesan adanya kesalahan surat suara braille dan jumlah surat suara tersebut hingga 5 juta.

Periksa fakta:

KPU menyediakan alat bantu seperti map untuk pemilih tuna netra untuk membaca surat suara. Di dalam alat bantu tersebut, ada template huruf braille dan lubang untuk menuntun pemilihan huruf braille, seperti laporan Kompas.com. Di setiap TPS, KPU juga mengizinkan pemilih tuna netra dibantu pendamping.

4. Pemilu ulang

Isu:

Akun Twitter @macanjaya menyebarkan kabar soal rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk pemilihan ulang di Sydney, Australia. Ia pun mengimbau masyarakat untuk segera mendaftarkan diri ke KJRI Sydney untuk memilih ulang.

Periksa fakta:

Kabar ini keliru. Memang Bawaslu merekomendasikan ulang pencoblosan di Sydney, Australia, karena banyak warga yang tak terdaftar Daftar Pemilih Tetap (DPT) gagal mencoblos setelah mengantre panjang. Meski demikian, hingga kini KPU masih menuggu konfirmasi dari pihak Penyelenggara Pemungutan Luar Negeri (PPLN) Sydney dan masih menunggu laporan Bawaslu.

Melalui akun twitternya, tidak ada keterangan dari KJRI yang meminta warga untuk segera mendaftar ulang untuk mencoblos kembali. Bahkan hari ini mereka meliburkan diri untuk pelayanan KBRI karena masih mengurusi pemilu. Referensi: dan

Terlepas dari empat jenis hoaks tersebut, akan ada beragam macam kabar burung bermunculan. Untuk pembaca yang menerima kabar diduga hoaks, hal pertama yang dilakukan bisa mencari pembandingnya dengan portal berita yang sudah terverifikasi Dewan Pers.

“Jangan percaya twit anonim dan laporkan ke Mafindo ke nomor 085574676701 atau ke pihak terkait,” tutup Khaeril.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR