BENCANA ALAM

Curah hujan tinggi, longsor dan banjir menerjang Bogor

Lokasi longsor di RT 02/05 Kampung Ciapus Permeha, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).
Lokasi longsor di RT 02/05 Kampung Ciapus Permeha, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019). | Arif Firmansyah /Antara Foto

Hujan lebat sejak Jumat petang hingga Sabtu dini hari (16/2/2019) menyebabkan longsor dan banjir menerjang sejumlah wilayah di Bogor, Jawa Barat. Longsor di Kecamatan Ciomas, sejauh ini menelan empat korban jiwa.

Longsor di Kampung Ciapus Permeha RT02/05 Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor yang terjadi pada Jumat (15/2) menyebabkan warga tertimbun material longsor. Empat di antaranya kemudian ditemukan tak bernyawa.

Seperti dilansir Kompas.com, para korban tewas merupakan satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Di dalam rumah ditinggali sembilan anggota keluarga. Korban meninggal dunia atas nama Nurhayanti (60), Imelda (13), Dea (8), dan Wildan (3), langsung dimakamkan di Kampung Ciapus pada Sabtu (16/2) sore hari.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranomo, mengatakan posisi rumah korban berada di bawah tebing yang longsor. Material longsor menimpa dan masuk ke dalam rumah, menyebabkan korban meninggal.

"Korban meninggal berada di dalam dua ruang kamar yang posisinya berada di belakang atau tepat berada di bawah tebing. Saat kejadian, material longsor menimpa dua kamar yang diisi empat korban, sementara korban selamat berada di dua ruang lainnya yang berada di depan bagian rumah," ujar Budi.

Longsor diduga karena hujan deras dari sore hingga tengah malam, sehingga membuat tanah di area sekitar lokasi menjadi gembur. Tebing di atas pemukiman itu pun longsor dan menimbun rumah.

"Wilayah kami hujan deras sejak sore hari. Kejadian longsor pada malam hari jam 11 malam. Posisi rumah memang berada di tebing. Malam itu saya langsung ke lokasi untuk menghubungi petugas BPBD dan Tagana. Kami bersama Kepolisian dan TNI melakukan evakuasi," ujar Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti, kepada VIVA.co.id, Sabtu (16/2).

Menurut Sri, saat proses evakuasi empat orang dan satu bayi berhasil diselamatkan, yakni Dani (35), Asep Saepulloh (36), Hariyanti (34), Santi Fitri Dewi l (27), dan Septi bayi berusia sembilan bulan putri dari Hariyanti.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Damkar Kabupaten Bogor, M Zaharry mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten telah berkoordinasi dengan BPBD, Polri, dan TNI untuk melanjutkan pencarian guna mengantisipasi jika masih ada korban yang masih berada di bawah timbunan longsor.

Selanjutnya BPBD Kabupaten Bogor pun menyatakan akan melakukan peninjauan terhadap masing-masing kepala kecamatan untuk mengiventarisir daerah pemukiman-pemukiman yang tinggal berada di lerang.

Setelah itu pihaknya juga akan mengimbau daerah-daerah tersebut untuk membuat talud, atau dinding penahan yang berguna untuk meningkatkan tingkat kestabilan tanah.

Banjir pun menerjang

Hujan yang mengguyur kawasan Bogor itu juga mengakibatkan 55 rumah warga di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup terendam banjir. Satu unit rumah bahkan hancur terseret air banjir dari Sungai Cigede--anak Sungai Citarum--yang meluap.

"Puluhan rumah yang terendam banjir hingga 1 meter ini terjadi di RW01 dan RW03," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, Sabtu (16/2/2019), dalam lansiran Liputan6.com.

Belum ada laporan adanya korban jiwa karena peristiwa ini, tetapi puluhan warga korban banjir harus mengungsi ke dataran lebih tinggi. Adapun, kerusakan rumah yang paling banyak dialami antara lain dinding copot, doyong, dan hampir ambrol.

"Warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Ini kejadian sangat besar, terakhir (terjadi) 10 tahun lalu, terulang kembali. Kerugian material banyak rumah yang roboh kurang lebih 55 rumah yang terendam dan dua musala," kata Kepala Desa Leuwinutug, Deden Saepul Hamdi, kepada VIVA, Sabtu 16 Februari 2019.

Menurut Deden, banjir terjadi sejak Jumat (15/2) malam pukul 22.00 hingga Sabtu (16/2) dini hari. Proses evakuasi dilakukan oleh BPBD Damkar Kabupaten, Tagana, Karang Taruna, Kepolisian Polsek, dan Koramil TNI. Air baru berangsur surut menjelang Sabtu subuh.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR