KEBEBASAN BERAGAMA

Daftar nama 200 penceramah menuai masalah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) saat menyampaikan keputusan sidang Isbat di Jakarta, Selasa (15/5/2018). Keputusan Lukman merilis 200 nama mubalig ditentang banyak orang.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) saat menyampaikan keputusan sidang Isbat di Jakarta, Selasa (15/5/2018). Keputusan Lukman merilis 200 nama mubalig ditentang banyak orang. | Puspa Perwitasari / Antara Foto

Kementerian Agama merilis 200 nama mubalig, Jumat (18/5/2018). Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selama ini Kementerian Agama kerap dimintai rekomendasi masyarakat nama mubalig untuk ceramah. Permintaan rekomendasi itu meningkat akhir-akhir ini.

"Sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig," kata Lukman di Jakarta, Jumat (18/5/2018) seperti dilansir situs Kemenag.

Menurut Lukman, pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama. Mubalig dalam daftar itu harus memenuhi tiga kriteria. Yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, memiliki reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Daftar nama ini merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Jumlah daftar ini tentu akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak.

Beberapa nama yang dikenal umum banyak yang masuk. Antara lain Hidayat Nur Wahid (PKS) Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketua PP Muhammadiyah), Emha Ainun Najib, Haedar Nasir, Quraish Shihab, Mamah Dedeh, Nasaruddin Umar, Musthofa Bisri, hingga Yusuf Mansur.

Ketua umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail, yang masuk daftar itu, menyatakan tak pernah mendaftar atau didaftar. "Tapi, saya khusnudzon (berbaik sangka) saja, mungkin diusulkan teman-teman di UIN Jakarta, MUI, atau dari Muhammadiyah atau NU,'' kata itu kepada Jawa Pos, Sabtu(19/5/2018).

Fahmi Salim, nama lain yang masuk daftar, justru berharap Kemenag mencabut namanya. "Karena berpotensi menimbulkan syak wasangka, distrust di antara mubalig dan dai, serta perpecahan di tengah umat,'' ujarnya.

Salah satu nama terkenal yang tak masuk adalah Abdul Somad. "Sebab Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat (yang telah mengundangnya). Karena (jadwal) saya penuh sampai 2020," tulis Abdul Somad seperti dikutip dari Tribun Surabaya.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan, langkah Kemenag itu terlalu jauh. Sebab, fungsi Kemenag ialah memfasilitasi penyelenggaraan kehidupan keagamaan yang rukun dan damai.

"Peran negara hanya memfasilitasi agar kehidupan keagamaan rukun, damai, dan jangan terlalu ikut campur terhadap kehidupan keagamaan," kata Ace seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (19/5/2018).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai efektivitas kebijakan pemerintah akan sangat tergantung kepada penilaian masyarakat.

"Masyarakat kita telah cerdas dan bisa memilih ustad yang memiliki keahlian di bidangnya," ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan, seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu (20/5/2018).

Menurut Amirsyah, jumlah 200 mubalig itu tidak sebanding dengan jumlah umat Islam yang ada di Indonesia. "Jelas tidak sejalan dengan kebutuhan umat Islam Indonesia," kata dia.

Lukman menyatakan tujuan penyusunan daftar 200 nama mubalig itu bukan untuk memilah-milah siapa yang boleh dan siapa yang dilarang ceramah. Tapi untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

Daftar itu juga bukan bukan satu-satunya. Sebab di kemudian hari akan muncul nama-nama sesuai masukan dari tokoh-tokoh ulama dan ormas Islam.

"Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami updating dan perubahan penambahan," kata Lukman, Sabtu (19/5/2018) seperti dikutip dari laman Kemenag.

Khotbah agama menjadi sorotan jelang masuknya tahun politik. Presiden Joko "Jokowi" Widodo, saat menghadiri acara Silaturahmi Penyuluh Agama Provinsi Jawa Tengah di Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (14/4/2018) lalu meminta para ulama dan penyuluh agama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap khotbahnya.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah sah-sah saja disampaikan, termasuk dalam khotbah agama, asal didasari data dan diikuti dengan tawaran solusi.

BACA JUGA