E-COMMERCE

Daniel Zhang, penerus Jack Ma untuk masa depan Alibaba

Jack Ma (kiri) bersama Daniel Zhang (kanan) saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama dengan Suning Group di Beijing, Tiongkok, 10 Agustus 2015.
Jack Ma (kiri) bersama Daniel Zhang (kanan) saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama dengan Suning Group di Beijing, Tiongkok, 10 Agustus 2015. | Xu Kangping /EPA-EFE

Perusahaan e-commerce raksasa, Alibaba Group, mengumumkan bahwa setahun dari sekarang atau 10 September 2019, CEO Daniel Zhang akan menggantikan Jack Ma sebagai chairman Alibaba Group.

Dalam keterangan pers Alibaba Group pada Senin (10/9/2018), Ma akan tetap menjabat sebagai pimpinan perusahaan tersebut selama 12 bulan mendatang guna menjamin transisi kepemimpinan kepada Zhang berjalan mulus.

Mantan guru itu akan menuntaskan tugasnya yang saat ini adalah sebagai anggota Board of Directors Alibaba Group hingga Rapat Umum Pemegang Saham perusahaan tahun 2020.

Ma menyambut baik kabar mengenai calon penggantinya itu melalui sebuah surat yang disertakan dalam keterangan pers perusahaan. Ia menyebut, sejak dibangun pada 1999, Ma telah melihat bahwa masa depan Alibaba akan bergantung pada orang-orang berbakat dan dinilai mampu meneruskan rencana suksesi manajemen.

"Daniel Zhang telah bersama Alibaba Group selama 11 tahun. Sejak ia mengambil alih posisi CEO, ia telah menunjukkan talenta luar biasa, kemampuan bisnis, dan kepemimpinan yang teguh. Di bawah kepemimpinannya, Alibaba menghasilkan pertumbuhan konsisten dan berkelanjutan selama 13 triwulan berturut-turut," ujar Ma dikutip Selasa (11/9).

"Pemikiran analisisnya sulit ditandingi, ia sangat memegang teguh misi dan visi kami, ia merengkuh tanggung jawabnya dengan penuh semangat, dan ia memiliki keberanian untuk berinovasi serta menguji model-model bisnis yang kreatif," lanjut Ma.

Siapa sebenarnya Daniel Zhang?

Ia bukan orang baru di lingkungan induk (holding) perusahaan Alibaba. Dilansir dari laman Financial Express, Zhang bergabung dengan Alibaba pada 2007 sebagai chief financial officer di Taobao Marketplace--situs web konsumen ke konsumen (C2C) yang sahamnya dimiliki oleh Alibaba.

Setahun kemudian, ia dipromosikan menjadi chief operating officer Taobao Marketplace dan manajer umum platform e-commerce B2C Taobao Mall atau T-mall.

Dia ditunjuk sebagai presiden Tmall.com pada Juni 2011 setelah platform belanja bisnis ke konsumen (B2C) menjadi independen atau lepas dari Taobao. Selama masa jabatannya di Taobao, Zhang memainkan peran penting dalam meningkatkan laba dan dikenal sebagai arsitek utama dari acara belanja Singles Day shopping tahunan Alibaba.

Acara tersebut kini menjadi festival belanja 24 jam terbesar di dunia. Program ini pun berhasil menambah keuntungan hingga 25 miliar dolar AS bagi Alibaba.

Zhang menggantikan Jonathan Lu sebagai CEO Alibaba pada 10 Mei 2013. Zhang berhasil memimpin strategi mobile-first dan akuisisi strategis seperti Youku Tudou. Dia juga memainkan peran penting dalam strategi ekspansi ritel perusahaan.

Pada 2015, Alibaba melirik bisnis lain. Alibaba membayar 266 juta dolar atau Rp3,5 triliun untuk menguasai saham koran Hongkong, South China Morning Post.

Zhang juga turut andil dalam proses suntikan dana 1,1 miliar dolar Alibaba ke perusahaan e-commerce Indonesia, Tokopedia, pada Agustus 2017. Pada waktu itu, Zhang menyatakan Alibaba memiliki kesamaan visi dengan Tokopedia dalam membantu para pengusaha kecil.

"Alibaba Group dan Tokopedia memiliki kesamaan visi dalam membantu UMKM dalam kesuksesan usahanya dan kami sangat senang dapat bekerja sama bersama Tokopedia untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia," jelas Zhang dilansir dari detikinet, Selasa (11/9).

Sebelum di Alibaba Group, Zhang bekerja dengan kantor akuntan PricewaterhouseCoopers 'Audit dan Divisi Penasihat Bisnis di Shanghai sebagai manajer senior dari periode 2002 hingga 2005. Setelah itu ia juga bekerja dengan pengembang game online Tiongkok yang terdaftar di Nasdaq, Shanda Interactive Entertainment Ltd dari 2005 hingga Agustus 2007.

Zhang meraih gelar sarjana di bidang keuangan dari Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanghai dan juga anggota Institut Akuntan Publik Tiongkok.

Alibaba mampu melewati kuartal II 2018 dengan sangat baik melalui ekspansi pengguna yang signifikan dan interaksi yang menguat di seluruh ekosistem bisnis perusahaan.

Alibaba berhasil melewati periode kuartal II dengan pertumbuhan pendapatan 61 persen. Pendapatan yang berhasil diperoleh sebesar 2,22 miliar dolar atau setara dengan Rp176,9 triliun (kurs Rp14.500).

Pendapatan dari bisnis utama naik 61 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga 10,45 juta dolar. Pendapatan dari bisnis komputasi awan juga naik 93 persen yoy hingga 710 juta dolar. Pendapatan dari media digital dan hiburan naik 46 persen yoy hingga 903 juta dolar.

Sedangkan pendapatan dari inisiatif inovasi dan lainnya naik 64 persen yoy hingga 160 juta dolar.

BACA JUGA