TRANSPORTASI UDARA

Demi ibu kota baru, Bandara Balikpapan tingkatkan kapasitas terminal

Sejumlah calon penumpang antre naik ke pesawat maskapai Lion Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/7/2019).
Sejumlah calon penumpang antre naik ke pesawat maskapai Lion Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/7/2019). | Jessica Helena Wuysang /Antara Foto

Bandar Udara (Bandara) Sepinggan Balikpapan di Kalimantan Timur (Kaltim) akan meningkatkan daya tampung terminal agar bisa melayani 30 juta penumpang per tahun. Peningkatan kapasitas terminal dilakukan untuk mengantisipasi keberadaan ibu kota baru negara di Kaltim yang menggantikan Jakarta.

"Kami sudah diundang Sekretaris Negara untuk membahas peningkatan kuantitas dan kualitas Bandara Sepinggan," kata Manager Umum Bandara Sepinggan, Farid Indra Nugraha, Rabu (11/9/2019).

Farid mengatakan, terminal Bandara Sepinggan dirancang untuk melayani 10 juta penumpang per tahun. Menurut pemerintah, daya tampung itu tidak sesuai dengan kapasitas sebagai bandara ibu kota negara.

Karena itu, PT Angkasa Pura I merumuskan rencana induk (master plan) pengembangan Bandara Sepinggan agar lebih representatif. Pengembangannya memanfaatkan terminal lama yang terbengkalai menyusul pengoperasian terminal baru Bandara Sepinggan.

"Nanti bisa memanfaatkan area bekas terminal lama untuk pengembangan terminal penumpang maupun area VVIP bagi presiden dan wakil presiden," papar Farid.

Selain terminal penumpang, Bandara Sepinggan juga berencana memperpanjang landasan pacu pesawat menjadi 3.250 meter. Landasan pacu sepanjang itu sesuai dengan persyaratan standar penerbangan pesawat komersial internasional.

"Landasan pacu hanya 2.500 meter sehingga diperpanjang standar internasional. Saat ini semuanya masih proses perumusan kajian dan perizinan selama 1 hingga 2 tahun ke depan," ungkapnya.

Berharap kenaikan jumlah penumpang

Di sisi lain, Farid mengakui bandaranya masih kesulitan memenuhi target laba perusahaan. Bahkan Bandara Sepinggan diprediksi akan merugi menyusul penurunan jumlah penumpang menjadi 5,2 juta orang.

"Kami prediksi tahun ini akan merugi sebesar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar tahun ini. Padahal target labanya sebesar Rp50 miliar," keluh Farid.

Penurunan jumlah penumpang itu tak lepas beroperasinya Bandara APT Pranoto di Samarinda. Bandara di ibu kota Provinsi Kaltim ini menyedot 35 persen penumpang Bandara Sepinggan yang dulunya melayani 7,3 juta jiwa.

Meskipun demikian, Farid optimistis pertumbuhan ekonomi Kaltim kembali bergairah menyusul penunjukkan jadi ibu kota negara. Ia memprediksi, bandara ini akan mengalami pertumbuhan jumlah penumpang 9 persen per tahun.

"Sehingga lima tahun ke depan setidaknya jumlah penumpang sama dengan tahun 2018 lalu," ungkapnya sembari menambahkan pertumbuhan penumpang bisa di atas perkiraan semula.

"Kami belum menyertakan faktor error pertumbuhan penumpang yang diperkirakan sebesar 10 hingga 15 persen," imbuhnya.

Terbukti kini, sejumlah maskapai mulai menjajaki kemungkinan pembukaan rute penerbangan internasional. Di antaranya maskapai Royal Brunei, Air Asia, dan Lion Air.

"Nantinya akan ada penerbangan internasional secara langsung rute Balikpapan tujuan Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Jeddah (Saudi Arabia)," tutur Farid.

Bandara Sepinggan pun nanti akan fokus melayani penerbangan rute internasional. Mereka juga akan berkolaborasi intensif dengan Bandara APT Pranoto dalam mengelola pasar transportasi udara di Kalimantan.

Meraih penghargaan

Fokus baru itu bukan hal aneh karena kualitas layanan Bandara Sepinggan diklaim cukup teruji di kancah internasional. Bandara ini baru saja menerima penghargaan Airport Service Quality (ASQ) Award dari Airports Council International (ACI).

Bandara Sepinggan menjadi bandara terbaik katagori layanan 5 hingga 15 juta penumpang se-Asia Pasifik. Bandara ini pun meraih penghargaan katagori pelayanan, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan.

Penilaian didasarkan pada hasil survei ASQ di Kanada. ASQ merupakan program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang bandara yang dilakukan ACI --sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia yang berbasis di Montreal, Kanada.

"Tahun ini sepertinya puncak kesuksesan Bandara Sepinggan meraih prestasi. Menjadi sebuah tantangan mempertahankan kualitas layanan kami," ujar Farid.

Sementara itu, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto pun berharap menikmati dampak positif ibu kota negara. Apalagi pengembangan bandara masih memungkinkan di atas lahan seluas 13 hektare.

"Masih memungkinkan untuk pengembangan bandara,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi.

Bandara APT Pranoto memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 meter dan apron 173 meter. Hangarnya pun cukup memadai dengan luas 36.342 meter persegi.

"Bandara itu masih punya areal luas untuk dikembangkan lebih maksimal. Semisal untuk perpanjangan runway, perluasan apron, hingga terminal," ungkap Dodi.

Kementerian Perhubungan juga melengkapi infrastruktur berupa pemasangan Air Field Lighting (AFL) dan Flood Light Apron totalnya senilai Rp 14,48 miliar. "Selesai pengerjaannya bulan Desember nanti," tutur Dodi.

Sisi positifnya, pertumbuhan penumpang bandara ini signifikan mencapai 10,4 persen per bulan. Arus pergerakan penumpang mencapai 661.426 jiwa tercatat selama bulan Juli lalu.

"Setiap harinya terdapat pergerakan 46 pesawat take off dan landing di Bandara APT Pranoto," ungkap Dodi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR