TERORISME

Densus tangkap dosen IPB inisiator bom molotov

JAGA | Foto ilustrasi: Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri berjaga di sebuah rumah yang sedang digeledah di Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019).
JAGA | Foto ilustrasi: Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri berjaga di sebuah rumah yang sedang digeledah di Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). | Ariesanto /Antara Foto

Ada 29 buah bom molotov yang Densus 88 sita dari rumah Laksamana Muda TNI Purnawirawan Soni Santoso (61) di Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat malam (27/9/2019). Soni adalah caleg Partai Berkarya dalam Pemilu 2019.

Likuran bom molotov itu, menurut polisi, akan dipakai dalam Aksi Mujahid 212 keesokan harinya, Sabtu (28/9/2019). Lalu Densus pun membawa Soni dan menahannya.

Selain Soni, di rumah itu polisi juga menangkap Abdul Basith(44) dan Sugiono Laode (30). Lalu dari alamat lain di Tangerang polisi menciduk Yudhi Febrian (50), Aliudin (43), dan Okro Siswantoro (42).

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dicky Ario Yustianto, penangkapan tersebut dilakukan oleh Jatanras Polda Metro Jaya dan Densus.

Dosen IPB

Tentang Basith, dia adalah seorag dosen Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Biro Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti, Ahad (29/9/2019) menyatakan dugaan perbuatan Basith tak ada hubungan dengan IPB.

"Dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi," kata Yatri dalam siaran pers.

Rektor IPB Arif Satria menjenguk Basith di Polda Metro Jaya Jakarta Ahad malam. Ia berkata, "Saya terkejut sekali dengan berita tersebut. Malam ini saya menjenguk beliau di PMJ dan koordinasi dengan PMJ." (→ Antaranews)

Jerat hukum

Sangkaan terhadap para tercokok, terutama Basith, adalah melanggar Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Sejauh kabar beredar, Basith disebut menyuruh kelompoknya merakit bom dan akan digunakan untuk melempari toko di Jakarta Barat.

Menurut Pojokjabar,com, Basith juga menyimpan bom di rumahnya, Pakuan Regency Linngabuana, Margajaya, Bogor Barat.

Wakil keluarga Basith, yakni Angga, menyatakan bahwa Illah Saillah, istri Basith, berharap para simpatisan tak perlu datang ke rumahnya.

"Amanahnya, tidak perlu datang ke rumah dan tak perlu melakukan pergerakan apa pun sampai ada kabar dari tim advokasi yang Insyallah ada Pak Busyro Muqodas dari Muhammadiyah," kata Angga.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR