Diberi tenggat 11 hari, warga Kalijodo pasrah

Warga beraktivitas di permukiman padat penduduk kawasan Kalijodo, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2016. Warga diberi kesempatan hanya 11 hari untuk pindah atau mengosongkan bangunan
Warga beraktivitas di permukiman padat penduduk kawasan Kalijodo, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2016. Warga diberi kesempatan hanya 11 hari untuk pindah atau mengosongkan bangunan | Subekti /Tempo

Pemerintah DKI Jakarta akhirnya melayangkan peringatan buat warga Kalijodo. Kawasan di jalan Kepanduan II, yang terletak di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dan Kecamatan Tambora Jakarta Barat itu rencananya akan digusur karena alasan tata ruang.

Berdasar pantauan Kompas.com, surat peringatan pertama (SP 1) diberikan oleh aparat Kelurahan Penjagalan dikawal petugas Polisi, TNI, dan Satpol PP. Warga terkejut dengan kedatangan petugas namun, warga pasrah dan menerima sambil membaca surat tersebut.

Sekretaris Kelurahan Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara Ichsan Firadosy mengatakan, SP 1 ini diberikan yakni buat warga di RT 01, 03, 04, 05, dan 06, di RW 05. "Semua warga yang ada di sini diberikan. Bila di rumahnya tidak ada, dititipkan ke tetangganya," kata Ichsan.

Warga Kalijodo hanya diberi waktu 11 hari, terhitung sejak Kamis (18/2) untuk mengosongkan atau membongkar sendiri bangunannya. Jangka waktu itu terdiri atas tujuh hari untuk masa berlaku SP 1, tiga hari untuk masa berlaku SP 2, dan satu hari untuk SP 3.

"Setelah itu baru eksekusi," ujar Ichsan seperti dikutip Kompas.com. Jatah rusun akan diutamakan buat pemilik rumah. Buat mereka yang indekos atau mengontrak hanya disuruh pindah saja.

Menurut Badriah, 65 tahun, salah satu penjaga warung di Kalijodo, para wanita penghibur berangsur pulang sejak kabar penggusuran beberapa hari terakhir. Pemerintah Jakarta Utara sudah menempelkan pengumuman rencana pengusuran, Minggu (14/2) lalu. Eksodus mereka memuncak pada 2-3 hari lalu.

"Semua udah pada pergi rombongan ke kampungnya. Udah enggak ada lagi mereka (wanita penghibur) di sini," kata Badriah yang ditemui CNNIndonesia.com di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (18/2).

Para wanita penghibur kata dia, sudah pada pulang kampung memakai ongkos sendiri. Rata-rata para wanita penghibur yang biasa bekerja di Kalijodo disebut berasal dari Lampung dan Jawa Barat.

Warga, yang memiliki KTP DKI Jakarta juga mulai mengikuti arahan pemerintah. Mereka mulai mendaftarkan diri untuk menerima rumah susun.

Hasna (45) salah satu warga, membawa berkas fotocopy kartu keluarga dan KTP yang telah ditanda tangani oleh ketua RT/RW. "Ya kalau memang harus ditertibkan kami pasrah dan siap direlokasi ke rusun yang dijanjikan pemerintah," ucapnya kepada Beritajakarta.com.

Sementara Sekretaris Kelurahan Angke, M Dirhamsyah mengatakan, sebelumnya telah menerima data dari Ketua RT 07/RW 10, Maryamah. "Hasil pertemuan semalam, kami meminta warga untuk datang mendaftarkan diri ke posko untuk dicatat petugas terkait. Total tercatat sebanyak 248 jiwa dari 87 KK yang tinggal di RT 07 RW 010," tandasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR