Dimas jadi korban senioritas

Ilustrasi
Ilustrasi | CC BY-NC-SA 2.0/Jon Moe/2007

Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara, diduga tewas akibat dianiaya oleh seniornya. Dimas Dikita Handoko (19), mahasiswa STIP Semester I itu dianiaya pada Jumat (25/4/2014) di sebuah rumah kos. Selain Dimas, enam rekannya juga jadi korban, karena mereka dianggap tak sopan.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes (Pol) M. Iqbal menyatakan, tersangka atas tewasnya Dimas adalah tiga orang mahasiswa STIP: FACH, AD dan ANG. Sedangkan empat tersangka lain, terkait penganiayaan terhadap enam rekan Dimas. Ketujuh tersangka kini mendekam di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Utara. Demikian dilaporkan VIVA News, Sabtu.

"Motifnya penganiayaan, pembinaan yang terlalu keras," kata Kombes (Pol) M. Iqbal yang dikutip Detikcom. Tidak cukup hanya memarahi Dimas dkk., para senior juga melakukan kekerasan fisik. Perut, dada, kepala, dan bagian ulu hati korban dipukuli. Dari hasil autopsi, Dimas mengalami pendarahan di otak karena benturan benda tumpul.

Dilansir Kompas.com, ketujuh tersangka yang merupakan mahasiswa semester II sempat ditegur oleh seniornya yang semester IV karena para korban dinilai tak respek terhadap mereka (senior). Tapi laporan Merdeka.com menyebutkan, Dimas jadi sasaran lantaran ingin bertemu ibunya yang kebetulan datang ke Jakarta dari Medan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR