KERUSUHAN MANOKWARI

Dipicu kerusuhan, ratusan napi kabur dari Lapas Sorong

Sejumlah narapidana (Napi) mengikuti upacara pemberian remisi di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (17/8/2019). Dua hari kemudian (19/8), ratusan napi kabur dari lapas tersebut.
Sejumlah narapidana (Napi) mengikuti upacara pemberian remisi di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (17/8/2019). Dua hari kemudian (19/8), ratusan napi kabur dari lapas tersebut. | Olha Mulalinda /Antara Foto

Aksi unjuk rasa solidaritas yang berujung rusuh di Manokwari, Papua Barat, pada Senin (19/8/2019) juga terjadi di sejumlah kota lain di Pulau Cenderawasih. Di Sorong, Papua Barat, kerusuhan membuat ratusan narapidana (napi) kabur dari Lapas Kelas II B.

Menurut Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Ade Kusmanto, lapas tersebut terbakar sebagian dan 258 napi kabur. Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/8) dan pemicunya adalah provokasi dari luar lapas.

"Saat ini (situasinya) sudah kondusif," ujar Ade dalam pernyataan resmi, Selasa (20/8).

Ade menjelaskan Lapas Kelas II B Sorong berisi 547 napi dari kapasitas normal hanya bisa menampung 163 orang. Dari total penghuni, 289 napi bertahan di lapas, sementara seorang petugas lapas terluka karena berusaha menghalangi napi kabur.

Ade pun menceritakan kronologis peristiwa napi kabur dari Lapas II B Sorong. Peristiwa terjadi pada pukul 13.00 WIT ketika para napi mulai berulah, tapi petugas lapas masih mampu meredakan situasi.

Dua jam kemudian, pukul 15.00 WIT, para napi mulai membuat kericuhan. Pada pukul 16.15 WIT, muncul lemparan batu dari samping lapas yang memprovokasi napi. Ade menyebut pelaku pelemparan batu itu adalah massa unjuk rasa.

Napi pun sempat membalas lemparan itu, lama-lama beralih menyerang petugas. Lalu pada kurun pukul 15.00 hingga 17.00 WIT muncul api di satu ruang lapas. Ketika itu petugas belum tahu siapa pelaku pembakaran ini.

Pada pukul 17.00 WIT pula, napi menjebol tembok keliling bagian kanan lapas dan para napi kabur lewat jendela ruang registrasi. Sempat terjadi kontak fisik antara napi dengan para petugas lapas, tapi jumlah napi lebih banyak.

"Situasi mulai kondusif pada pukul 19.00 WIT. Petugas melakukan pendataan terhadap warga binaan dan kebakaran diatasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran," papar Ade.

Belakangan, Senin (19/8) malam, Ade menyatakan pelaku pembakaran adalah sekelompok massa yang melakukan unjuk rasa. Sementara personel TNI dan Polri tak datang membantu mengamankan lapas karena pada saat bersamaan harus menjaga aksi unjuk rasa agar tak anarkistis.

"Diperkirakan 90 persen lapas hangus terbakar," kata Ade kepada Kompas.com.

Adapun aksi unjuk rasa di Sorong pun berakhir dengan aksi anarkistis. Bandara Domine Eduard Osok dan sejumlah fasilitas rusak serta terbakar pada pukul 14.00 WIT.

Aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat, satu di antaranya di Manokwari berujung kerusuhan relatif besar. Aksi berwujud solidaritas ini untuk mengecam perlakuan represif aparat kepolisian dan massa terhadap para mahasiswa di Surabaya dan sebagian kota lain di Jawa Timur serta Jawa Tengah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR