UJARAN KEBENCIAN

Divonis 1,5 tahun Ahmad Dhani langsung ditahan

Ahmad Dhani saat sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018). Dhani akhirnya divonis penjara 1,5 tahun.
Ahmad Dhani saat sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018). Dhani akhirnya divonis penjara 1,5 tahun. | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Ahmad Dhani dengan hukuman penjara 1,5 tahun. Majelis hakim juga memerintahkanya langsung ditahan.

Hakim Ketua Majelis Ratmoho dalam sidang yang digelar Senin (28/1/2019) menilai, Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ujaran kebencian.

Ahmad Dhani terbukti melakukan ujaran kebencian dengan tiga cuitan lewat akun Twitter @AHMADDHANIPRAST.

Cuitan pertama berbunyi, "Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH Ma'ruf Amin".

Cuitan kedua berbunyi, "Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP".

Cuitan ketiga berbunyi, "Kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP".

Cuitan ini diunggah admin Twitter Ahmad Dhani, Bimo. Tapi Bimo hanya menjadi saksi karena pengunggahan ujaran kebencian itu bukan inisiatifnya. "Perbuatan menyebar informasi oleh saksi Bimo atas suruhan terdakwa," kata Hakim Ketua Ratmoho seperti dikutip dari detikcom.

Dalam putusan majelis hakim, Ahmad Dhani terbukti melanggar Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Hakim juga meminta sejumlah barang bukti disita untuk dimusnahkan. Hakim menetapkan barang bukti berupa flash disk berupa isi screen shoot Twitter. Selain itu, ponsel beserta simcard Indosat dan XL dirampas untuk dimusnahkan.

Pemusnahan ini dilakukan dengan cara memerintahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika menonaktifkannya. "Kemudian, satu email dan akun twitter juga dirampas dan dimusnahkan," ujarnya seperti dinukil dari Liputan6.com.

Hakim menilai, yang memberatkan dari perbuatan Ahmad Dhani adalah, perbuatannya meresahkan masyarakat, berpotensi memecah belah antargolongan. Sedangkan yang meringankan koperatif selama persidangan, dan belum pernah dihukum.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa. Ahmad Dhani sebelumnya dituntut 2 tahun penjara. Menurut jaksa, perbuatan Dhani menimbulkan kebencian terhadap suatu golongan dengan menyuruh melakukan, menyebarkan informasi atas golongan berdasarkan suku, agama dan ras.

Usai pembacaan vonis, Dhani langsung ditahan dan digiring ke mobil tahanan. "(ditahan di) Rutan Cipinang," kata jaksa penuntut umum perkara Ahmad Dhani, Sarwoto kepada detikcom.

Saat hendak menuju mobil tahanan, Dhani mengutarakan pendapatnya atas vonis hakim."Kalau saya merasa enggak pernah melakukan ujaran kebencian," kata Dhani, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kasus ini bermula dari tiga cuitan di akun Twitter Ahmad Dhani antara Februari hingga Maret 2017. Karena cuitan itu, Jack Boyd Lapian, pendiri BTP Network. Jack mengaku tersinggung dan melaporkannya ke polisi.

"Saya tersinggung karena Ahmad Dhani sudah mendahului pengadilan. Bukan cuma saya mungkin 42 persen jakarta yang memilih pak Ahok seperti diludahi," ujarnya saat sidang, Senin (21/5/2018) seperti dikutip dari Merdeka.com. Dhani akhirnya ditetapkan tersangka pada 23 November 2017 hingga divonis hari ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR