DKI akan razia penunggak pajak kendaraan mewah

Ilustrasi mobil mewah Lexus di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, di ICE Serpong, Banten, Kamis (10/8/2017).
Ilustrasi mobil mewah Lexus di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, di ICE Serpong, Banten, Kamis (10/8/2017).
© Audy Alwi /ANTARAFOTO

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan razia penertiban pajak warga Ibu Kota. Salah satu sasarannya adalah warga DKI Jakarta pemilik kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

Data Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta menyebut, terhitung 1 Agustus 2017, terdapat 4.679.755 kendaraan yang menunggak pajak dengan potensi pendapatan daerah yang bisa digali sebesar Rp1,8 triliun.

Sepeda motor mendominasi jenis kendaraan yang menunggak pajak sebanyak 3.933.969 unit dengan potensi penerimaan pajak sebesar Rp561 miliar.

Dilansir merdeka.com, Pemprov DKI Jakarta bahkan telah menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) dengan Dirlantas Polda Metro Jaya, Bank DKI dan Jasa Raharja untuk melakukan pemeriksaan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) dan tanda nomor kendaraan bermotor serta pengesahannya.

Sebab, salad satu syarat pengesahan STNK adalah pelunasan pajak.

Kerjasama ini dilakukan untuk mendukung razia kendaraan bermotor yang dibagi dalam dua kelas, pertama penagihan penunggak pajak kendaraan bermotor kategori biasa, dan kedua penagihan penunggak pajak kendaraan bermotor kategori mewah.

Untuk kelas pertama, petugas gabungan akan melakukan pemeriksaan acak pada kendaraan bermotor yang melintas di sejumlah ruas jalan DKI Jakarta.

Sementara untuk kelas kedua, pihak BPRD akan melakukan penagihan penunggak pajak dengan cara langsung, yakni menyambangi rumah wajib pajak pemilik mobil mewah tadi.

"Kendaraan mewah kan cenderung jarang di jalan umum," ujar Kepala BPRD DKI Jakarta, Edi Sumantri, dalam KOMPAS.com, Jumat (11/8/2017).

Menurut Edi, dari sekitar 4.000 mobil mewah yang menjadi milik wajib pajak DKI Jakarta, ada 1.700 mobil mewah di antaranya yang memiliki tunggakan.

Tunggakannya bahkan cukup besar, rata-rata yakni di atas Rp100 juta.

Dilansir dari Poskota, berikut jenis kendaraan dan potensi penerimaan pajak yang belum daftar ulang pertanggal 1 Agustus 2017:

1. Sedan dan sejenisnya, 176.779 unit dengan potensi pajak Rp272.102.815.515
2. Jip segala merek, 56.131 unit dengan potensi Rp166.075.701.020
3. Mini bus, Micro bus, 329.674 unit dengan potensi pajak Rp625.233.496.983
4. Pick Up Light truck, 88.465 unit dengan potensi pajak Rp78.183.136.703
5. BT Wagon, Delivery Van, 35.936 unit dengan potensi pajak Rp76.539.565.841
6. Dum truk, truk tangki, 23.870 unit dengan potensi pajak Rp53.953.282.500
7. Otolet, Mikrolet, 2.801 unit dengan potensi pajak Rp533.310.000
8. Kendaraan bermotor roda tiga, 7.992 unit dengan potensi pajak Rp317.164.600
9. Sepeda motor 3.933.969 unit dengan potensi pajak Rp561.107.093.049
10. Alat berat, 24.138 unit dengan potensi pajak Rp48.845.009.470.

Berawal dari Raffi Ahmad

Ramai persoalan pajak kendaraan mewah agaknya berawal dari unggahan foto mobil terbaru milik pesohor Raffi Ahmad dalam Instagram penulis dan komika, Raditya Dika, awal Agustus 2017.

Dalam foto itu, Raffi disebut memiliki mobil mewah baru keluaran Swedia, Koenigsegg. Unggahan itu kemudian mendapat tanggapan dari akun @DitjenPajakRI yang mengingatkan Raffi untuk menambahkan data harta pada tahun berjalan pada laporan SPTnya.

Sejak itu, kasus mobil mewah dan pajak menjadi ramai.

Tidak ada data jelas apakah Raffi Ahmad benar memiliki Koenigsegg tersebut. Namun, dalam tayangan kanal YouTube Raditya Dika, Raffi juga diketahui memiliki mobil mewah tipe lainnya, Lamborghini dan Rolls Royce.

Banyak yang kemudian berspekulasi harga mobil dan besaran pajak yang sudah atau pun belum dibayar Raffi.

Satu unit Koenigsegg memang memiliki harga yang fantastis, sebab mobil itu tidak dibuat sembarangan dan hanya dalam jumlah yang terbatas. Harganya pun dibanderol sekitar Rp64 miliar.

Sementara, menurut pengamat pajak Center for Indonesian Taxation Analysis (CITA), dua mobil Lamborghini dan Rolls Royce bisa bernilai Rp40 miliar.

Bila digabungkan, maka tiga mobil Raffi tadi bernilai sekitar Rp104 miliar. Dengan asumsi belum melaporkan SPT, Raffi Ahmad mungkin saja harus membayar 30 persen pajak penghasilan dari tiga mobil yang belum dilaporkan itu, yakni sekitar Rp32 miliar. Tapi sekali lagi, ini hanyalah asumsi perhitungan semata.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.