KENDARAAN LISTRIK

DKI Jakarta akan gratiskan bea balik nama kendaraan listrik

Sejumlah karyawan mencoba motor listriik saat sosialisasi Motor Listrik 'on the road', di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (14/9/2019).
Sejumlah karyawan mencoba motor listriik saat sosialisasi Motor Listrik 'on the road', di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (14/9/2019). | Iggoy el Fitra /Antara Foto

Industri kendaraan listrik akan kembali mendapat insentif. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan akan membebaskan biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) listrik guna mengendalikan polusi udara di ibu kota.

Anies berpendapat pemberian insentif ini dapat mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan kendaraan listrik. Tentunya, kata dia ini langkah baik untuk membantu menjaga dan memelihara kualitas udara di Jakarta.

"Kami akan membebaskan pajak balik nama untuk kendaraan bermotor berbasis listrik. Kami berharap kendaraan listrik ini tidak dimasukkan ke dalam kategori barang mewah," ujar Anies dilansir dari Kompas.com, Senin (28/10/2019).

Selama ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 9 tahun 2010, BBNKB dikenakan sebesar 12,5 persen untuk wilayah DKI Jakarta. Dengan insentif tersebut, nantinya BBNKB akan dinolkan.

Upaya memasyarakatkan kendaraan listrik juga akan didorong dengan hajatan yang terkit dengan otomotif dan berskala dunia. Pada tahun 2020 nanti misalnya, Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan balapan mobil listrik, Formula E.

“Jadi semuanya saling mendukung, demi kebaikan bersama dan kualitas hidup dan udara yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Anies.

Banjir insentif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pebalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pebalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). | M Risyal Hidayat /Antara Foto

Sejumlah insentif tengah disiapkan untuk mempercepat pengembangan kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai. Deretan insentif untuk industri anyar ini sendiri telah dijamin lewat penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Sebagai permulaan, pemerintah pun menerbitkan aturan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi kendaraan listrik.

Ketentuan tarif PPnBM untuk kendaraan listrik itu tertuang melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019, yang merupakan perubahan atas PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Pada bagian keempat beleid tersebut, pemerintah mengatur tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor roda empat yang menggunakan teknologi Plug-In Hybrid Electric Vehicles, Battery Electric Vehicles, atau Fuel Cell Electric Vehicles.

Untuk kelompok kendaraan tersebut, pemerintah menetapkan tarif sebesar 15 persen dengan dasar pengenaan pajak sebesar 0 persen (nol persen) dari harga jual. Dengan catatan, konsumsi bahan bakar setara dengan lebih dari 28 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 100 gram per kilometer. Sebelumnya tarif pajak yang dikenakan bisa mencapai 40 persen.

Namun, untuk kelompok kendaraan bermotor angkutan orang, pemerintah menetapkan kebijakan tarif PPnBM yang berbeda untuk motor listrik.

Perusahaan pelat merah PT PLN (Persero) juga telah menyediakan insentif untuk pengguna kendaraan listrik. Pemilik kendaran listrik bisa mendapat diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk penggunaa listrik pengisian daya kendaraan listrik dari pukul 22.00 sampai 04.00.

Untuk mendapat fasilitas diskon tarif tersebut, pengguna kendaraan listrik harus mendaftarkan telebih dahulu ke PLN, ‎agar PLN bisa meakukan penyesuaian diskon tarif. Diskon tarif listrik untuk pengguna kendaraan listrik berlakuk sejak 1 September 2019 dan belum ditentukan batas waktunya.

PLN juga telah memberikan fasilitas diskon tambah daya mulai dari 220 Volt Amper (VA) sampai 197 kilo Volt Amper‎e (kVA). Melaui program tersebut, PLN memberikan diskon sebesar 75 persen untuk pemilik motor listrik dan diskon 100 persen untuk pemiik mobil listrik.

‎Diskon tambah daya berlaku 1 Maret 2019 - 31 Desember 2019. Cara mendaftarnya dengan mengunjungi kantor PLN terdekat dengan membawa bukti kepemilikan atau pembelian mobil listrik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR