SEJARAH INDONESIA

Dolly Salim, gadis 15 tahun dalam Sumpah Pemuda 1928

| Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Dolly nama panggilan putri sulung Haji Agus Salim itu. Nama lengkapnya Theodora Athia Salim (1913 - 1990). Dalam usia 15, Dolly sebagai kurcaci mewakili Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij) hadir dalam Kongres Pemuda II di Batavia 1928.

Natipij adalah wadah kepanduan di bawah Jong Islamiten Bond (JIB). Di JIB, salah satu deklarator Sumpah Pemuda, Agus Salim menjadi penasihat.

Di sana untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya, gubahan Wage Rudolf Supratman, diperdengarkan. Hari itu Minggu Wage 28 Oktober 1928.

Dolly, produk home schooling sang ayah, yang membawakan lagu itu dengan iringan biola Supratman, yang saat itu berusia 25. Lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan Indonesia itu tercipta saat Supratman berusia 21 di Bandung, Jawa Barat.

Sumpah Pemuda dihasilkan para pemuda. Usia mereka beragam. Sebagian nama tokoh-tokohnya diabadikan sebagai nama jalan.

Seperti yang selalu diulang, bahkan di luar Hari Sumpah Pemuda, para pemuda saat itu mengakui perbedaan tapi meyakini Satu Indonesia dalam bertanah air, berbangsa, dan berbahasa.

Sembilan puluh tahun silam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR