74 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Dongeng dari negeri agraris

PDB per kapita Indonesia.
PDB per kapita Indonesia. | Lokadata /Lokadata

Agraris | Label negara agraris bukan sekadar julukan belaka. Pertanian pernah menjadi motor penting perekonomian Indonesia. Lebih dari dua dekade, sektor pertanian penyumbang terbesar pendapatan nasional atau Produk Domestik Bruto (PDB).

Kontribusinya lebih dari setengah total PDB nasional pada dekade 1960-an hingga 1980-an. Namun capaian PDB per kapita Indonesia saat era pertanian itu selalu kalah dengan negara-negara kawasan Asean.

Misalnya pada 1985 PDB per kapita Indonesia kurang dari setengah PDB Malaysia yang saat itu mencapai USD3.767. Saat yang sama PDB per kapita Indonesia setara dengan Filipina. Sumbangan per kapita tidak besar, namun sektor pertanian dianggap sebagai hamparan luas yang menyerap tenaga kerja paling banyak dibanding sektor lain.

Tergerusnya pertanian nasional bertepatan dengan awal era investasi asing sektor industri dekade 1990-an. Dampaknya, pada 1996 sektor industri jadi penyumbang PDB terbesar nasional hingga saat ini, dengan pertumbuhan semakin baik.

Melambungnya sektor industri kian menenggelamkan pertanian. Kontribusinya menurun, bahkan disalip sektor perdagangan. Kondisi pertanian saat ini ada pada titik terendah. Hanya mampu menyumbang 12,5 persen dari PDB.

Dampak nyatanya, masyarakat terbiasa dengan komoditas pertanian impor di pasaran, meski belum sepenuhnya. Kini, generasi muda mulai terjun dalam pertanian dengan berbagai inovasi. Semoga kelak, gelar negeri agraris tak jadi dongeng.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR