PILPRES 2019

Dua bulan, perolehan dana kampanye Jokowi melonjak 169 persen

Deklarasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Provinsi Jambi di Jambi, Minggu (16/12/2018).
Deklarasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Provinsi Jambi di Jambi, Minggu (16/12/2018). | Wahdi Septiawan /Antara Foto

Dana kampanye pasangan calon presiden Joko 'Jokowi' Widodo-Ma’ruf Amin melonjak tinggi selama dua bulan ini. Hingga 28 Februari, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, melaporkan Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK) mereka selama rentang 23 September 2018-28 Februari 2019 menerima Rp130,452 miliar.

Jika dibandingkan laporan mereka pada 2 Januari 2019, angka ini naik 169 persen. Pada 2 Januari 2019, TKN melaporkan jika mereka memiliki dana sebesar Rp11,9 miliar dan memperoleh sumbangan sebesar Rp44 miliar. Sehingga total saat itu, TKN memiliki dana kampanye Rp55,9 miliar.

Artinya, selama rentang 2 Januari-28 Februari 2019, TKN menerima sumbangan sebesar Rp74,5 miliar. Jika dibandingkan dengan perolehan 23 September 2018-1 Januari 2019, perolehan dana kampanye mereka melonjak 169 persen.

Dari mana dana kampanye ini berasal?

Wakil Bendahara TKN, Juliari P Batubara memperinci sumbangan itu berupa uang tunai, barang, dan jasa. Untuk sumbangan berupa uang tunai sebesar Rp86,9 miliar. Sumbangan itu berasal dari 18 badan usaha nonpemerintahan sebesar Rp48,249 miliar.

Lalu tiga partai politik, PDIP, NasDem, dan Perindo menyumbang sebesar Rp27 miliar. "Lalu (dari) 190 perseorangan Rp11,793 miliar dan bunga bank Rp44,957 juta,” kata Juliari di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa, (5/2/2019) seperti dinukil dari Tempo.co.

Untuk sumbangan berupa barang, TKN menerima sumbangan seperti alat peraga kampanye dan barang lainnya, yang mencapai Rp11,713 miliar. Tiga partai politik Rp4,932 miliar, perseorangan Rp24 juta dan kelompok Rp6,756 miliar.

Sumbangan jasa, TKN menerima sumbangan senilai Rp32,643 miliar. Dengan rincian dari tiga partai politik, Rp478,245 juta, dan Rp32,165 miliar dari kelompok. "Sehingga total penerimaan keseluruhan mencapai Rp130,452 miliar," kata Juliari.

Tapi sumbangan kampanye yang diperoleh itu tak mengendap dan langsung digunakan. Dari nilai sebesar Rp130,4 miliar. TKN sudah mengeluarkan Rp 116,24 miliar. Pengeluaran itu untuk membiayai operasional dan modal Rp72,890 miliar, belanja barang Rp11,713 miliar, dan membayar jasa Rp31,643 miliar.

Biaya operasional yang dimaksud, menurut Juliari, untuk kampanye tertutup, dialog dengan masyarakat, dana untuk pelatihan, serta akomodasi tim kampanye. Pengeluaran operasional mencapai terbanyak karena untuk pengerahan massa dan peralatan yang diperlukan.

Juliari memperinci, pertemuan terbatas menghabiskan Rp15,745 miliar, pertemuan tatap muka butuh Rp345 juta, pembuatan alat peraga menyedot Rp700 juta, distribusi alat kampanye Rp5,266 miliar, 100 juta untuk rapat umum, dan juga kegiatan lainnya yang butuh dana.

Operasional tim juga menyedot dana banyak. Sebab mereka mencakup seluruh Indonesia dan butuh transportasi ke seluruh Indonesia. "Tiket pesawat sekarang juga mahal, jadi otomatis akan menaikkan biaya," kata dia seperti dikutip dari detikcom.

“Dengan demikian total saldo yang tersimpan dalam RKDK TKN Jokowi - Ma’ruf tersisa Rp14,204 miliar,” kata dia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR