Duit 1 persen orang kaya setara kekayaan semua penduduk dunia

Potret kesenjangan antara si miskin dan kaya
Potret kesenjangan antara si miskin dan kaya | ALEX HOFFORD /EPA

Kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh Oxfam menunjukkan kekayaan yang dimiliki oleh sedikitnya 62 orang kaya dunia sama dengan total kekayaan dari 3,6 miliar orang miskin atau separuh dari total orang miskin di dunia.

Laporan yang juga mengacu dari referensi data dari Credit Suisse itu menyimpulkan, total kekayaan dari 1 persen seluruh orang kaya di dunia setara dengan total kekayaan seluruh orang di dunia.

Dalam laporan yang diberi tajuk "Ekonomi untuk 1 persen" menyebut pundi-pundi orang kaya di dunia meningkat tajam, sebanyak 44 persen, dalam lima tahun terakhir atau dari USD542 miliar menjadi USD1,76 triliun.

Setidaknya membutuhkan uang tunai dan aset dengan nilai USD760,000 (atau sekitar Rp10,56 miliar) untuk bisa tergolong sebagai 1 persen, atau memiliki sedikitnya (uang tunai dan aset) USD68,800 (sekitar Rp953 juta) untuk berada di golongan 10 persen.

Sebaliknya, masih menurut data itu, total kekayaan orang miskin di dunia merosot hingga 41 persen. Dengan pendapatan rata-rata tahunan mereka hanya meningkat kurang dari USD3 (sekitar Rp52 ribu) dalam seperempat abad terakhir.

"Ini sangat tidak bisa diterima, bahwa jumlah kekayaan separuh orang paling miskin di dunia setara dengan total kekayaan orang-orang yang bahkan bisa muat dalam satu bus," kata Direktur Eksektif Oxfam International, Winnie Byanima, seperti yang dilansir dalam Bloomberg.com.

Dari laporan tersebut, Oxfam berharap seluruh pemimpin di dunia dapat mengambil langkah serius untuk mengikis kesenjangan dan memberlakukan kebijakan pengampunan pajak bagi orang-orang kaya yang gemar menyembunyikan uang mereka.

Sejumlah tokoh dunia ternama seperti Paus Francis hingga Christine Lagarde, Direktur Pelaksana dari Dana Moneter Internasional (IMF), acapkali menyerukan para pemimpin dunia untuk segera melakukan aksi, namun Oxfam menilai seruan tersebut tidak diterjemahkan dengan baik menjadi sebuah aksi nyata.

Buktinya, prediksi 1 persen orang kaya yang akan memiliki kekayaan yang sama dengan total 50 persen orang miskin di dunia yang akan terjadi di 2016, datang satu tahun lebih cepat dari dugaan.

Dilansir dari The Guardian, Oxfam menyebut beberapa langkah yang mungkin bisa diterapkan lain: meningkatkan investasi pada layanan publik, meningkatkan upah minimum bagi mereka yang masih berada jauh di bawah rata-rata dan memberi tindakan yang keras bagi para pengemplang pajak.

"Bukannya membangun ekonomi yang bisa bermanfaat untuk kesejahteraan semua orang, untuk generasi yang akan datang dan juga untuk keberlangsungan planet, kita malah membangun ekonomi yang hanya bisa dinikmati oleh kaum 1 persen," sebut Oxfam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR