TILANG CCTV

E-TLE makin detail, main ponsel pun terpantau

Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/11/2018).
Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/11/2018). | Rivan Awal Lingga /ANTARA FOTO

Sejak 1 November 2018, Dirlantas Polda Metro Jaya memberlakukan E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Per 1 Juli 2019, sistem tilang CCTV (Closed Circuit Television) ini dilengkapi empat fitur baru.

Pengemudi dan pemilik kendaraan perlu waspada. Pasalnya, menurut Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol M. Nasir pantauan CCTV kini jadi lebih detail.

Saat E-TLE mulai disosialisasikan November 2018, kamera CCTV hanya bisa merekam pelanggaran rambu, marka jalan, dan lampu lalu lintas.

"Yang baru fitur tambahannya adalah (pemantauan) pemakaian seat belt (sabuk pengaman), penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor plat ganjil genap, dan batas kecepatan pengemudi," terang Nasir, Senin (1/7).

Kini, CCTV juga bisa mendeteksi pelanggaran kesalahan jalur, kelebihan daya angkut dan dimensi, juga penggunaan helm. Setelah melalui masa uji coba selama satu bulan, saat ini CCTV berfitur baru siap menangkap pelanggar aturan di 10 titik sepanjang Sudirman-Thamrin.

Tepatnya di jembatan penyeberangan orang (JPO) MRT Bundaran Senayan, JPO MRT Polda Semanggi, JPO depan Kementerian Pariwisata, Jembatan penyeberangan MRT dekat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Selain itu juga di flyover Jalan Layang Non Tol Sudirman ke Thamrin, flyover Jalan Layang Non Tol Thamrin ke Sudirman. Empat lainnya di simpang bundaran Patung Kuda, simpang TL Sarinah Bawaslu, simpang TL Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

Rencananya, polisi akan memasang CCTV di 81 titik. Namun, saat ini baru tersedia di 12 titik.

"Jadi, mulai 1 Juli diberlakukan untuk tilang E-TLE dengan tambahan fitur bisa melihat di dalam mobil. Fitur ini juga bisa mengetahui identitas, wajah pengemudi, jadi sudah tidak bisa mengelak lagi," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, Sabtu (29/6).

Penting untuk diingat, penggunaan ponsel saat berkendara adalah perbuatan melanggar hukum. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) karena bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara.

Menurut penjelasan dalam situs E-TLE, pengendara yang tertangkap kamera E-TLE melakukan pelanggaran akan diverifikasi oleh petugas TMC (Traffic Management Center) Polda Metro Jaya.

Setelah validitas pelanggaran dipastikan, petugas mengirim surat konfirmasi berikut foto bukti pelanggaran. Ini bisa dilakukan lewat pos, surel, atau nomor ponsel pemilik kendaraan, 3 hari setelah terjadi pelanggaran.

Setelah menerima, pemilik kendaraan harus mengonfirmasi lewat situs E-TLE atau aplikasi ETLE-PMJ yang baru tersedia di Google Playstore. Kemudian, pemilik kendaraan bisa mengirim blangko konfirmasi ke Posko ETLE Subdit Gakkum Polda Metro Jaya, Jalan Letjen M.T. Haryono No.58-59, Pancoran, Jakarta Selatan.

Konfirmasi dan penyelesaian pelanggaran bisa dilakukan Senin sampai Jumat pukul 08.00-16.00 WIB atau Sabtu pukul 08.00-15.00 WIB.

Konfirmasi harus dilakukan dalam 5 hari. Pemilik kendaraan bisa mengklarifikasi pelaku pelanggaran atau jika kendaraan sudah dijual ke pihak lain namun belum balik nama.

Pelanggar akan diberi surat tilang biru, dan kode pembayaran tilang lewat Bank BRI. Batas waktu pembayaran adalah 7 hari. Jika tidak, STNK akan diblokir sementara sampai denda dibayar.

Sejak sosialisasi E-TLE dimulai, polisi mengklaim pelanggaran berkurang drastis. Jika dalam sehari biasanya terjadi 250 pelanggaran, angka itu turun hingga 25 pelanggaran saja.

Total ada 12.542 plat nomor kendaraan yang terekam melakukan pelanggaran sejak 1 November 2018. Sebanyak 10.802 terkonfirmasi melakukan pelanggaran.

Namun, hanya 4.473 pelanggar yang melakukan konfirmasi. Baru 2.829 pelanggar yang membayar tilang.

Ada 2.783 nomor polisi terblokir, 78 lain tidak terblokir, 653 buka blokir, dan 4 nomor polisi melakukan pelanggaran lagi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR