RINGKASAN SETAHUN

Empat merek yang mendominasi media selama 2018

Tiga orang warga menunjukkan nada protes sebelum CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menjalani sidang di depan Senat Amerika Serikat di Capitol Hill, Washington, DC, 10 April 2018.
Tiga orang warga menunjukkan nada protes sebelum CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menjalani sidang di depan Senat Amerika Serikat di Capitol Hill, Washington, DC, 10 April 2018. | Michael Reynolds /EPA-EFE

Bukan hanya tokoh dan peristiwa yang menyita perhatian media sepanjang 2018. Hingga November, sejumlah jenama (merek) dan produk pun turut menghiasi pemberitaan media.

Menurut media monitoring Beritagar.id, sedikitnya ada empat jenama yang mendominasi pemberitaan di Indonesia. Berikut rangkumannya.

Facebook

Jejaring sosial paling wahid di dunia, Facebook, adalah jenama yang paling banyak menyita perhatian media selama 2018. Jumlahnya mencapai 104.694 artikel.

Ada dua penyebabnya; isu pemblokiran Facebook oleh pemerintah dan kasus ujaran kebencian yang menggunakan layanan milik Mark Zuckerberg itu.

Isu rencana pemblokiran Facebook di Indonesia muncul pada 24 April. Kabar itu menyebar secara luas di media sosial setelah Facebook tersandung skandal kebocoran data pengguna oleh mitranya, Cambridge Analytical, pada Maret.

Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan tidak akan memblokir Facebook di Indonesia. Menurut Rudiantara, keputusan pemblokiran harus melalui prosedur yang berlaku.

Prosedur itu antara lain Facebook terbukti melanggar pidana dalam dugaan kebocoran data pengguna. Dan pada April itu, petugas berwenang di Amerika Serikat masih melakukan penyelidikan dan proses audit.

Rudiantara menambahkan bahwa Facebook bisa diblokir andai terbukti dipakai sebagai sarana menghasut. Dan ketika itu, pemerintah tidak menemukan buktinya.

"Jika saya harus menutupnya (Facebook), maka saya akan melakukannya. Saya pernah melakukannya (memblokir Telegram). Saya tidak ragu untuk melakukannya lagi," tegas Rudiantara (5/4).

Berikutnya, Facebook menjadi berita hangat ketika polisi bergerak cepat menciduk pelaku ujaran kebencian terhadap Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada 28 Maret. Tim reserse Cyber Crime Polda Metro Jaya menangkap Arseto Suryoadji alias Arseto Pariadji di kantor Direktorat Siber Bareskrim Polri di Gambari, Jakarta Pusat.

Arseto langsung dijadikan tersangka ujaran kebencian karena mengunggah video berisi klaim bahwa undangan pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, dijual Rp25 juta per buah. Video itu menyebar dan populer dalam laman Facebook.

Selain tudingan itu, Arseto juga menghujat Jokowi dan pemerintahannya sebagai koruptor. Bahkan pada akhir video, Arseto pun menantang para penontonnya untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Arseto juga dilaporkan oleh komunitas Relawan Jokowi Mania (JMN). Namun, Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu menegaskan bahwa pihaknya tidak bertindak atas laporan JMN, melainkan karena laporan salah satu lembaga agama.

"Dia (Arseto) mengatakan bahwa ada kaitan salah satu kelompok keagamaan itu yang berkaitan dengan ajaran marxisme dan komunisme," ujar Roberto (28/3).

Honda

Artikel soal jenama asal Jepang ini mencapai 14.892. Pangkalnya adalah insiden senggolan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dengan andalan Repsol Honda, Marc Marquez, saat balapan MotoGP di Argentina, 8 April.

Akibat senggolan itu, Rossi terjatuh dan menuding pebalap asal Spanyol itu tidak menghormati sesama pebalap serta merusak citra MotoGP. "Ini situasi yang sangat buruk sebab dia menghancurkan olahraga ini, dia tak pernah menghargai rivalnya," tukas Rossi ketika itu.

Sorotan kepada Marquez pun cukup terang karena juga menyeruduk pebalap lain dalam balapan yang sama, Aleix Espargaro dari tim Aprilia. Marquez pun mendapat hukuman penalti 30 detik.

Namun menurut pengamat MotoGP, Carlo Pernat, hukuman itu tidak cukup. Pernat menilai Marquez selayaknya didiskualifikasi dari balapan berikutnya.

Pernat memberi contoh bagaimana pebalap Loris Capirossi didiskualifikasi dari balapan berikutnya setelah menyenggol Marcellino Lucchi sampai jatuh tak lama setelah memulai kelas 250 cc GP Italia pada 1999.

Samsung

Jenama asal Korea Selatan ini mendominasi pemberitaan setelah Galaxy 9 dan S9+ hadir di Indonesia pada Februari. Jumlah artikelnya mencapai 9.092 artikel.

Kebetulan, Samsung memang mengeluarkan pernyataan sederhana nan bombastis saat meluncurkan dua gawai terbarunya itu. Pernyataan tersebut adalah; masa depan ponsel pintar ada pada kameranya atau bertema "Reimagined Camera".

Samsung memang mengandalkan kamera yang menjadi fitur unggulan duo S9 ini. Maklum, kamera pada S9 dan S9+ memiliki dual aperture.

Jadi, aperture ganda itu bisa menghasilkan foto yang lebih baik. Kamera juga menggunakan sensor "super speed dual pixel" yang dikembangkan dari "dual pixel" pada Galaxy S7.

Sensor tersebut membuat lensa kamera bisa menemukan fokus lebih cepat dan lebih akurat. Bahkan Samsung mengklaim Galaxy S9 bisa fokus pada subjek lebih cepat dari semua pendahulunya.

Kamera S9 juga mampu mengambil video dengan kecepatan 960 frame per detik. Sebagai perbandingan, kamera iPhone hanya bisa merekam video dengan kecepatan 240 frame per detik.

Jadi, kamera S9 bisa mengambil video gerak lambat (slow motion). Meski demikian, kemampuan hebat S9 ini justru terinspirasi oleh Animoji milik Apple.

Apple

Jenama asal Amerika Serikat ini seolah tak mau kalah dari Samsung -- rival utamanya dalam dunia ponsel kendati berbeda sistem operasi (iOS vs. android). Apple menjadi berita hangat dengan 971 artikel setelah meluncurkan tiga iPhone terbaru.

Apple meluncurkan iPhone XR, XS, dan XS Max di California pada 12 September. Selain tiga ponsel tersebut, Apple juga meluncurkan jam tangan pintar generasi baru dan pelantang (speaker) canggih.

Kehadiran trio iPhone terbaru itu menarik perhatian karena Apple benar-benar "membunuh" tombol "home" konvensional. Jadi, Apple meneruskan ponsel tanpa tombol "home" seperti iPhone X keluaran 2017.

Satu hal lain yang menarik perhatian adalah klaim tahan air dan tahan debu seperti diungkap Senior VP Marketing Apple, Philip Schiller. Ia mengungkapkan bahwa tiga iPhone terbaru tak akan bermasalah ketika ditenggelamkan ke dalam air dengan syarat; hanya kedalaman dua meter dan selama tiga menit.

Peluncuran trio terbaru iPhone juga menghentikan penjualan iPhone SE dan iPhone 6s. Jadi, dua iPhone yang disebut terakhir itu hanya akan tersedia di pasaran dalam edisi bekas pakai (second) atau refurbish.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR