SUSUNAN KABINET

Erick Thohir siap jika ditawari jabatan Kepala KSP

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir memberikan sambutan saat upacara pengukuhan dan pelepasan kontingen World Beach Games 1 2019 di Kemenpora, Jakarta, Selasa (8/10/2019).
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir memberikan sambutan saat upacara pengukuhan dan pelepasan kontingen World Beach Games 1 2019 di Kemenpora, Jakarta, Selasa (8/10/2019). | Hafidz Mubarak A /AntaraFoto

Bekas Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir tak menutup peluang untuk bisa bergabung dalam pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo jilid II.

Jika bisa memilih, Erick lebih senang terlibat dalam lembaga nonstruktural—setingkat kementerian—seperti Kantor Staf Presiden (KSP) atau Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

“Ya mungkin hal yang positif juga jadi bagian dari advisor, bagaimana lebih merapikan sistem atau apa lah. Memang background-nya lebih profesional atau manajemen,” kata Erick, usai bertemu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Komplek Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Nama Erick belakangan ramai dibicarakan sebagai salah satu sosok yang bakal diajak Jokowi untuk bergabung mengurus pemerintahan. Para responden dalam survei yang disusun detikcom juga sepakat menyatakan jika Erick cocok menjadi Ketua KSP, menggantikan Moeldoko.

“Kalau survei detik lebih ke mana-mana, ya Alhamdulillah kalau dipercaya,” ujarnya.

Kendati begitu, Erick mengaku belum menerima tawaran apa pun untuk menjadi bagian dari pemerintahan. Pun pertemuannya dengan Pramono, siang tadi, hanya berkisar agenda pelantikan Joko “Jokowi” Widodo-Ma’ruf Amin, Minggu 20 Oktober 2019.

Erick turut menekankan dirinya tidak pernah menuntut jatah kepada Jokowi, meski dirinya adalah sosok yang ikut berkontribusi pada kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Jangan nanti berpikir, ‘wah ini Pak Erick menjilat ludah sendiri’. Ini semua kan hak beliau (Jokowi),” kata Erick.

Paling penting, kata Erick, siapa pun sosok yang diminta untuk membantu pemerintahan harus orang yang selama ini “berkeringat” untuk Jokowi dan memiliki rekam jejak yang baik.

Sebab, tantangan paling nyata dalam pemerintahan ke depan adalah persoalan ekonomi akibat tekanan dan potensi resesi global.

Dari pantauan Beritagar.id, bukan hanya Erick Thohir yang belakangan hadir di Kompleks Istana Kepresidenan. Sejak Senin (14/10/2019), sejumlah menteri dipanggil oleh Jokowi, satu per satu.

Dimulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri/Plt Menteri Hukum dan HAM Tjahjo Kumolo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Namun, semuanya kompak tutup mulut ketika ditanyakan apa yang menjadi pembahasan dari pemanggilan tersebut.

KSP akan dibubarkan

Kepala KSP Moeldoko menyatakan masa tugas lembaga yang dipimpinnya bakal berakhir pada 19 Oktober 2019. Dengan demikian, KSP secara resmi akan dibubarkan pada tanggal tersebut.

Kepada jurnalis, Rabu (16/10/2019), Moeldoko mengaku KSP kemungkinannya akan dibentuk lagi setelah Jokowi dilantik, namun dengan nama baru.

“Namanya masih belum diputuskan oleh Bapak Presiden. Bisa saja berubah namanya. Intinya lembaga ini tetap ada,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Selain muncul dengan nama lain, KSP “baru” juga bakal ketambahan tugas, yakni sebagai delivery unit. Fungsinya kurang lebih melakukan pengawalan atas jalannya kebijakan pemerintah pusat di kementerian/lembaga.

“Waktu kami berbincang-bincang dengan Bapak Presiden, ada arahan seperti itu,” katanya.

Adapun nasib para pegawai KSP, kata Moeldoko, bergantung pada status kepegawainnya. Jika mereka pegawai negeri sipil (PNS), maka akan dikembalikan ke induknya dahulu. Bagi pegawai kontrak, maka masa tugasnya juga akan berakhir pada 19 Oktober 2019.

Namun jika diperlukan, karyawan kontrak tersebut bisa kembali direkrut oleh Kepala KSP 'baru' nanti.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR