Evakuasi warga terpapar asap di Sumatera dan Kalimantan

Bayi berusia empat bulan bernama Gibran digendong oleh ibunya di Posko Evakuasi Korban Asap di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (30/9).
Bayi berusia empat bulan bernama Gibran digendong oleh ibunya di Posko Evakuasi Korban Asap di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (30/9). | FB Anggoro /ANTARA FOTO

Pemerintah bersiap melakukan evakuasi terhadap warga yang terpapar kabut asap di beberapa provinsi di Indonesia, Senin (26/5). Pemerintah daerah telah menyediakan tempat evakuasi di Sumatera dan Kalimantan.

Pada Minggu (25/10), kapal TNI AL telah merapat di di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pemerintah juga mengirimkan 1.000 unit pemurni udara (air purifier) untuk korban di Banjarmasin.

"Jika pembersih udara itu memungkinkan untuk dipasang di rumah-rumah, maka warga terdampak asap tidak harus dievakuasi di tempat pengungsian apalagi ke luar kota," kata Menteri Sosial, Khofifah Parawansa seperti dikutip Antara.

Jumat (23/10) lalu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan menyatakan terdapat dua mekanisme evakuasi terhadap warga yang terkena dampak kabut asap di beberapa provinsi di Indonesia.

Pertama, warga bisa tetap tinggal di ruangan atau rumah sendiri yang diberi penjernih udara dan air. Apabila mekanisme ini tidak efektif, akan akan dilakukan evakuasi kedua dengan memindahkan warga ke kota lainnya yang lebih aman dari kabut asap.

"Misalnya, warga yang terkena dampak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah akan dipindahkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan," kata Luhut seperti dikutip Antara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, sejak Juli hingga akhir pekan lalu, 43 juta penduduk di Sumatera dan Kalimantan terpapar asap. Dari angka itu, sudah 10 orang meninggal akibat dampak asap kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, pasien pengidap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai lebih 500 ribu orang di enam provinsi.

Pekanbaru

Pada Senin (26/10) data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Pekanbaru, Riau termasuk dalam kategori tidak sehat, 225. Pekan lalu, indeks di Pekanbaru termasuk kategori berbahaya. Pemerintah Riau telah menyiapkan tiga posko induk di Kediaman Gubernur, Kantor Wali Kota dan Dinas Pekerjaan Umum.

Dilansir Republika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemadam kebakaran Pekanbaru, Provinsi Riau juga menyiapkan posko evakuasi kabut asap bagi ibu hamil dan anak-anak di kecamatan Sidomulyo Tampan, karya Wanita Rumbai, dan Tenayan Raya.

Jambi

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Jambi termasuk kategori berbahaya. Berdasarkan data Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika, Senin (16/10) indeks pencemar udara mencapai 630.

Kepolisian Daerah Jambi telah menyiapkan 3 lokasi sebagai tempat evakuasi korban yaitu Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi, Mapolda Jambi, dan Rumah Pintar.

Kepala bidang humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, dikutip Liputan6, lokasi evakuasi itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti tempat tidur, pendingin udara, tabung oksigen, MCK, dan dapur umum serta obat-obatan begitu juga dokter.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, selama 3 bulan kabut asap menyelimuti Jambi ada 90 ribu orang lebih di daerah itu menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Palangkaraya

Palangkaraya, Kalimantan Tengah termasuk wilayah paling parah terpapar kabut asap di Kalimantan. Pada Senin (26/10) dinihari, Indeks Standar Pencemar Udara sempat mencapai 1.426. Menjelang siang, data di BMKG memperlihatkan ISPU di Palangkaraya adalah 543, masih tergolong berbahaya.

Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah direncanakan menjadi titik evakuasi korban kabut asap karena dinilai udaranya masih cukup baik.

"Untuk rencana evakuasi, Palangkaraya dan Pulang Pisau akan diarahkan ke Kapuas karena udaranya cukup bersih," kata Dansatgas Tim Terpadu Penanggulangan Kabut Asap Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arh Purwo Sudaryanto di Pulang Pisau dikuti dari Antara.

Sedangkan bagi warga di Kabupaten Katingan evakuasi diarahkan ke Seruyan dan Lamandau yang berbatasan dengan Kalimantan Barat.

Kalau kondisi memburuk, warga di Palangkaraya dapat dievakuasi ke Kalimantan Selatan. Kementerian Dalam Negeri menyatakan Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan tujuh tempat untuk menangani dan mengevakuasi korban kabut asap dari Kalimantan Tengah.

"Tahap awal mungkin sekitar 200 warga yang akan datang dari Kalteng dan diprioritaskan bayi dan anak-anak yang rentan terkena ISPA," kata Inspektur Jenderal Kemendagri Tarmizi A Karim, Senin (26/10) seperti dikutip Republika.

43 juta penduduk di Sumatera dan Kalimantan terpapar asap, 10 meninggal, dan sekitar 500 ribu menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), BMKG, Senin (26/10)
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), BMKG, Senin (26/10) | BMKG
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR