Fadli Zon keberatan Sri Mulyani diganjar penghargaan

Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara dalam acara Mandiri Investment Forum di Jakarta, 7 Februari 2018.
Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara dalam acara Mandiri Investment Forum di Jakarta, 7 Februari 2018. | Muhammad Adimaja /Antara Foto

Dipuji oleh pihak asing, ditentang oleh sebagian orang Indonesia. Itulah yang sedang dialami Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, berencana memberi penghargaan kepada Sri Mulyani. Namun wakilnya, Fadli Zon, tak sepakat.

Bambang menjelaskan, Kamis (9/3/2018), rencana pemberian penghargaan adalah ide Badan Kerja Sama Antar-parlemen (BKSAP) DPR dalam peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret (h/t Kompas.com).

Selain Sri Mulyani, DPR juga akan menyerahkan penghargaan kepada para perempuan menteri dalam Kabinet Kerja. Presiden Joko Widodo akan mendapat penghargaan pula karena pada rezimnya terdapat delapan perempuan menteri.

Acara yang mengundang perwakilan parlemen dari sejumlah negara itu akan digelar di Gedung DPR pada 14 Maret nanti. Bambang menegaskan rencana pemberian penghargaan itu kepada Sri Mulyani lantaran dinilai berprestasi.

Apalagi Sri Mulyani yang pernah menjadi direktur Bank Dunia mendapat penghargaan menteri terbaik dunia dari World Government Summit dalam konferensi di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 11 Februari 2018.

"Kami enggak mau kalah, beliau dapat penghargaan dari dunia internasional, kami juga kasih dari Senayan," kata Bambang.

Uniknya, Fadli yang mendampingi Bambang saat memberi keterangan pers menilai rencana itu hanya inisiatif sang ketua dari partai Golkar tersebut. Menurut Fadli, bila penghargaan atas nama DPR maka harus disetujui rapat paripurna lebih dulu.

Bambang berikutnya mengaku tak tahu detail pemberian penghargaan itu dan meminta para wartawan menanyakannya kepada Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf.

"...nanti diatur saja bahwa kalau saya sih santai-santai saja. Mau pakai nama DPR, pakai BKSAP," ujarnya dilanjut tertawa.

Fadli lebih lanjut menilai Sri Mulyani tak pantas mendapat penghargaan. Apalagi jika penghargaan itu diberikan atas nama DPR harus melalui pertimbangan matang.

"Ya kalau saya pribadi mengatakan tidak pantas," katanya dikutip JPNN.

Ini bukan sentimen negatif pertama Fadli terhadap Sri Mulyani. Saat sang menteri mendapat predikat menteri terbaik di dunia di Dubai tadi, Fadli sudah mempertanyakannya melalui Twitter.

Fadli memang konsisten pada sikapnya sebagai oposisi pemerintah. Ia menilai Sri Mulyani tak pantas mendapat predikat menteri (keuangan) terbaik pada saat ekonomi negara terpuruk. Ia antara lain menyebutkan rupiah melemah bahkan paling rentan di Asia, lalu jumlah utang meningkat, dan target pertumbuhan ekonomi tak tercapai.

Sri Mulyani pun sudah menjawab setiap Fadli mengkritiknya. Soal predikat menteri terbaik, Sri Mulyani menyatakan tak perlu menanggapi kritikan Fadli.

Sementara saat Fadli meminta Sri Mulyani untuk membereskan pelemahan nilai tukar rupiah, Sri Mulyani mengatakan bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor global.

Salah satunya soal pernyataan Gubernur The Fed (bank sentral AS) Jerome Powell untuk menaikkan suku bunga acuan dan kebijakan yang bakal diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Kalau saya harus menyelesaikan apa yang dilakukan Amerika, ya bukan saya lah," katanya dalam detikFinance.

Kemudian anggota DPR RI Johnny G. Plate dilansir Liputan6.com menilai permintaan Fadli kepada Sri Mulyani salah alamat. Menurut politisi partai Nasdem itu, stabilitas rupiah bukan bidang Sri Mulyani, melainkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR