Fadli Zon minta maaf dan akan sowan ke Mbah Moen

Sejumlah Santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kyai (Asmak) berdoa bersama saat mengikuti aksi bela santri di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk protes santri atas puisi Wakil ketua DPR Fadli Zon yang berjudul "Doa yang Ditukar" yang diduga isinya menghina kyai.
Sejumlah Santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kyai (Asmak) berdoa bersama saat mengikuti aksi bela santri di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk protes santri atas puisi Wakil ketua DPR Fadli Zon yang berjudul "Doa yang Ditukar" yang diduga isinya menghina kyai. | Yusuf Nugroho /Antara Foto

Gelombang protes warga NU atas puisi Fadli Zon berjudul "Doa yang Ditukar" sepertinya membuat nama terakhir ini luluh. Setelah menolak meminta maaf karena, menurutnya, karyanya tak menyinggung K.H. Maimoen Zubair (Mbah Moen), kini Fadli balik badan.

Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR itu akan sowan ke rumah sesepuh warga NU tersebut dalam waktu dekat. "Dalam waktu dekat, Insyaallah saya mungkin akan bersilaturahim ke K.H. Maimoen Zubair," ucap Fadli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/2/2019), seperti yang dikutip dari detikcom.

Awal Februari ini, Fadli memang membuat puisi yang membuat polemik di tengah masyarakat. Melalui akun Twitter pribadinya, ia menulis bahwa sejumlah pihak telah "merampas sebuah doa".

Masalahnya, dalam puisi tersebut, Fadli tak menunjuk langsung siapa perampas tersebut. Ia hanya menyebut, perampas adalah seorang bandar yang disuruh makelar dengan cara yang vulgar.

Pembuatan puisi tersebut tak lepas dari salah ucap doa oleh Mbah Moen kala calon presiden (capres) petahana, Joko "Jokowi" Widodo, datang ke Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, awal Februari 2019.

Dalam doanya, alih-alih menyebut nama Jokowi, Mbah Moen justru selip lidah menyebut nama Prabowo. Tak lama dari kejadian itu, Mbah Moen pun meralat dan mengganti nama Jokowi dalam doanya.

Karuan, hal ini membuat sejumlah warga NU bereaksi. Mereka menganggap subjek dalam puisi tersebut adalah Mbah Moen--meski Fadli sejak awal sudah mengatakan bahwa perampas adalah penguasa.

Salah satu tokoh yang berbicara keras adalah Ketua Pengurus Besar NU (PBNU), Said Aqil Siradj. Menurut Said, puisi tersebut sangat melecehkan Mbah Moen, seorang ulama sepuh nan kharismatik NU.

"NU marah, Kiai Maimoen dilecehkan," kata Said dalam acara Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jumat (15/2/2019), yang dikutip dari detikcom.

Sedangkan Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, berujar bila Fadli tak juga meminta maaf, pihaknya akan menyiapkan langkah hukum. "Kami harapkan Fadli Zon datang langsung ke Mbah Moen untuk menyampaikan permohonan maaf," kata Helmy.

Sementara itu, sejumlah santri dari berbagai pesantren di Indonesia berunjuk rasa menuntut hal yang sama kepada Fadli sepanjang minggu ini. Di antaranya, unjuk rasa dilakukan para santri di Karawang, Bogor, Kudus, hingga Jember.

"Kami mendesak Fadli Zon memohon maaf secara langsung kepada Kiai Haji Maimoen Zubair dan juga melalui media nasional," ujar Ketua Pengurus Cabang NU Karawang, Ahmad Ruhiyat Hasby, di depan Kantor Pemkab Karawang, Jumat (15/2) dalam Tribunnews.com.

Menurut Fadli, dalam keterangan tertulisnya, reaksi-reaksi tersebut tak lepas dari sejumlah pihak yang terus berusaha menggoreng isu ini, sehingga tercipta kondisi seolah-olah dia dibenturkan dengan para ulama, khususnya Mbah Moen.

"Puisi saya, 'Doa yang Ditukar', hingga hari ini terus digoreng oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan fitnah dan memanipulasi informasi. Saya difitnah telah menyerang K.H. Maimoen Zubair," ucapnya.

Oleh karena itu, Fadli mengatakan, kedatangannya nanti ke kediaman Mbah Moen bertujuan untuk meminta maaf karena telah membuat sesepuh NU dan keluarganya tersebut terseret dalam polarisasi politik saat ini.

"Saya ingin meminta maaf karena kontestasi politik yang terjadi mungkin membuat beliau dan keluarga menjadi tidak nyaman akibat gorengan orang-orang yang tak bertanggung jawab," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR