GEGER HOAX

Fahri Hamzah dan Fadli Zon jadi terlapor setelah pelapor

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) saat Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) saat Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (14/2/2018). | Muhammad Adimaja /Antara Foto

Dua Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menyebarkan kabar bohong (hoax). Laporan ke Polda Metro Jaya di Jakarta pada Senin (12/3/2018) dilakukan oleh seseorang bernama Muhammad Rizki Al Hamid.

Kabar bohong mana yang dipersoalkan Rizki? Ditemani kuasa hukumnya dari Cyber Indonesia, Muhammad Zakir Rasyidin, Rizki menjelaskan bahwa Fadli dan Fahri melakukan ujaran kebencian melalui Twitter.

Rizki menunjukkan kicauan Fahri pada 4 Maret yang berisi desakan kepada Polri agar mengusut dan membongkar jaringan Muslim Cyber Army (MCA). Namun desakan itu didasari pada berita media Jawa Pos yang berjudul ketua MCA adalah Ahoker, kelompok pendukung mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Artikel itu adalah soal MCA yang sedang dibongkar Polri. Belakangan Jawa Pos meralat berita itu, bahkan menghapusnya, karena dibuat tanpa melewati proses jurnalistik sesuai standar media tersebut.

Menurut Rizki; Fahri dan Fadli, yang ikut me-retweet kicauan koleganya, sepatutnya turut meralat kicauannya karena Jawa Pos pun melakukannya serta meminta maaf. Bahkan kicauan Fahri tersebut masih ada hingga kini alias belum dihapus atau diralat.

"...yang amat kita sayangkan, posisi FH dan FZ yang pejabat tetap mempertahankan berita hoax," tutur Rizki dikutip Liputan6.com.

Ketua Cyber Indonesia, Muannas Aladid, pun menduga Fahri dan Fadli melanggar pasal 28 Ayat 2 juncto pasal 45 Ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 Perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Lalu siapakah Rizki? Ia adalah kerabat Husin Shihab yang pernah dilaporkan Fadli ke polisi dengan tuduhan sama (penyebar kabar bohong) beberapa waktu lalu. Nah, kali ini seperti dituturkan Ketua Cyber Indonesia Muannas Aladid, Rizki ingin membalas.

"...Rizki ingin menunjukkan bahwa bukan Husin Shihab yang menjadi penyebar hoaks, tetapi Fadli Zon dan Fahri Hamzah pun melakukan hal yang sama," ujar Muannas kepada Tribunnews.com.

Di sisi lain, Fadli menganggap lucu laporan Rizki. Wakil Ketua Partai Gerindra ini pun membantah turut menyebarkan kabar bohong.

Fadli menilai segala persoalan telah selesai ketika Jawa Pos sudah melakukan ralat. Fadli bahkan menyatakan bisa saja tuduhan berbalik kepada Rizki.

"Saya kira itu salah paham saja, kalau menyebarkan dari situs abal-abal itu lain. Jadi nanti malah itu tuduhan kepada saya bisa saya tuduh balik juga," ujarnya dalam Kompas.com.

Sementara Fahri menanggapi laporan Rizki dengan santai. Bahkan politisi tanpa partai politik ini menganggap hal itu lumrah dalam alam demokrasi.

"Laporan hukum adalah bagian dari dinamika berdemokrasi yang harus dinikmati. Sebab, setiap orang yang merasa dirugikan oleh orang lain, dapat melakukan upaya hukum adalah sehat, normal dan merupakan gizi dalam berdemokrasi," tukasnya dikutip Merdeka.

Yang jelas, laporan Rizki terhadap Fahri dan Fadli seolah aktivitas "saling melaporkan" meski tidak secara langsung. Selain laporan Fadli terhadap Husain di atas, Fadli belum lama ini melaporkan sejumlah akun media sosial ke polisi.

Dasar laporan Fadli ke Mabes Polri pada Jumat (2/3) pun UU ITE. Fadli menuduh akun Twitter Ananda Sukarlan dan akun Instagram Mak Lambe Turah telah menyebar hoax tentang dirinya.

Sedangkan Fahri melaporkan Presiden PKS Sohibul Imam ke polisi karena dituduh telah memfitnah dan mencemarkan nama baiknya, termasuk statusnya sebagai pimpinan DPR pada Kamis (8/3). Lagi-lagi, dasar pelaporan adalah dugaan pelanggaran UU ITE.

BACA JUGA