PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Fariz RM tersandung kasus narkoba untuk ketiga kalinya

Tersangka musisi Fariz RM (kanan) dengan pengawalan petugas dihadirkan dalam konferensi pers ungkap kasus jaringan narkoba yang melibatkan publik figur di Polres Metro Jakarta Utara, Jakarta, Minggu (26/8/2018).
Tersangka musisi Fariz RM (kanan) dengan pengawalan petugas dihadirkan dalam konferensi pers ungkap kasus jaringan narkoba yang melibatkan publik figur di Polres Metro Jakarta Utara, Jakarta, Minggu (26/8/2018). | Aprillio Akbar /AntaraFoto

Fariz Rustam Munaf, atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Fariz RM, kembali ditangkap polisi. Masih karena kasus yang sama dengan dua penangkapan terdahulu, musisi gaek ini masih tersandung kasus narkotika.

Polisi melakukan penangkapan penyanyi lawas ini di rumahnya yang terletak di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (24/8/2018) sekitar pukul 09.45 WIB. Fariz yang saat itu baru tiba di kediamannya dengan mengendarai motor langsung diciduk di tempat.

Pihak kepolisian pun serta merta menggeledah pakaian pelantun lagu "Sakura" tersebut. Dari sana polisi menemukan barang bukti berupa dua klip sabu di saku celana Fariz dengan berat bruto 0,90 gram.

Selain itu, beberapa jenis narkotika lain pun ditemukan di tempat tinggalnya.

"Barang buktinya dua paket plastik klip diduga sabu-sabu, sembilan butir alprazolan, dua butir dulmolid, dan alat hisap sabu-sabu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Seperti dikutip BeritaSatu, Sabtu (25/8).

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan pengembangan dari diciduknya pengedar sabu, perempuan berinisial DN (37) dan seorang lelaki berinisial AH (45). Polisi menangkap keduanya pada hari yang sama, di daerah Koja, Jakarta Utara.

Sementara itu, Fariz yang dihadirkan saat gelar perkara di Mapolresta Jakarta Utara, Minggu (26/8) telah mengakui kesalahannya.

"Jangan mengikuti apa yang saya lakukan dan saya menyesali segala perbuatan saya," ungkap ayah tiga anak tersebut, seperti dikutip Kompas.com.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga menjelaskan, Fariz mengakui bahwa dalam satu minggu ia bisa dua kali menggunakan sabu untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Hal ini dilakukannya untuk dapat mengikuti jadwal pekerjaannya yang cukup padat, mengingat usianya yang sudah tak muda lagi.

Menanggapi hal ini, sang pengacara Syafri Noer mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan rehabilitasi. Kembalinya Fariz RM ke jerat narkoba juga diakuinya karena tak adanya kesempatan untuk rehabilitasi pada penangkapan sebelumnya.

"Kami menganggap bahwa ini adalah sebagai ekses atau akibat dari putusan yang lalu mas Fariz dihukum penjara yang seharusnya seseorang pecandu sesuai pasal 127 UU no 35 tahun 2009 itu harusnya direhab nggak ada jalan lain, jadi bukan dihukum," ujarnya, seperti dikutip detikcom.

Lain lagi menurut sudut pandang Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyatakan musisi yang juga pernah berlakon dalam empat film ini layak mendapatkan hukuman pidana jika ditinjau dari perspektif hukum positif. Apalagi mengingat ini bukanlah kali pertama Fariz tertangkap karena kasus serupa.

"Kalau di satu sisi dari perspektif rehabilitasi memang benar dia itu adalah korban dari penyalahgunaan narkotika tapi kalau dari perspektif hukum positif atau pemidanaan, memang itu layak dipidanakan karena dia sudah tiga kali mengulangi perbuatan itu, jadi tinggal sejauh mana penyidiknya mempertimbangkan dua sisi itu," kata Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/8) malam.

Musisi tersebut pertama kali ditahan polisi pada tahun 2007. Ketika itu Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Baru mendapatinya membawa 1,5 linting ganja, yang disembunyikan dalam bungkus rokoknya. Ia lalu divonis delapan bulan penjara.

Kasus kedua terjadi pada 2015. Polres Metro Jakarta Selatan menangkap Fariz di rumahnya Jalan Camar 11 Blok B, Bintaro Jaya, pada 6 Januari 2015 sekitar pukul 02.00 WIB. Dari sana polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu paket heroin, satu paket ganja, alat hisap sabu, bong, alumunium foil, dan korek api.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemudian menjatuhkan hukuman penjara selama delapan bulan, sama seperti pada kasus pertama.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR