Florence minta maaf kepada warga Yogyakarta

Salah satu meme tentang kasus FLorence yang beredar di linimasa Twitter
Salah satu meme tentang kasus FLorence yang beredar di linimasa Twitter | Akun Twitter @paksiraras

Nama Florence Sihombing jadi percakapan di media sosial. Gara-garanya, sebuah akun Path dengan nama tersebut, menulis status yang menyinggung warga Yogyakarta. Status itu dipicu antrean BBM di sebuah SPBU di daerah Lempuyangan, DIY.

Rabu (27/8/2014) Detikcom melaporkan seorang perempuan pengendara motor matic yang menyerobot antrean untuk membeli BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum) Lempuyangan. Belakangan diketahui inilah peristiwa yang mencuatkan namanya.

Tampaknya peristiwa itu membuatnya kesal, lalu membuat status di jejaring sosial Path. Salah satunya menyebut "Jogja Miskin, Tolol, dan Tak Berbudaya", beredar luas di media sosial. Ia pun mendapat kritikan pedas. Bahkan meme tentang dirinya tampak beredar di linimasa Twitter.

Namun Kamis malam, mahasiswi S2 Notariat di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) itu menyampaikan klarifikasinya. “Saya hanya ingin klarifikasi berita bahwa saya tidak menyerobot antrean, saya tidak merayu petugas dan saya tidak meminta dikasihani. Pernyataan itu tidak pernah ada,” katanya dikutip Tiga News.

Nasi sudah menjadi bubur. Kritik bahkan makian untuknya di media sosial masih berlanjut, meski ada pula yang menanggapinya dengan guyonan atau mencoba bersikap netral. Florence pun telah menyatakan minta maaf dan menyesal atas status yang telah membuat marah warga DIY.

Nama na florence, gegara mslh antri bbm dia ngatain jogja tolol, miskin *njalok di mblegki plengkung nggading tenan og ((Ratrimo kih))

— rinirooney (@rinirooney8) August 27, 2014

@florencje_ mbak, kamu mau gak jalan sama saya orang jogja yg alay nan miskin ini?

— Leonardus Hernawan D (@leonardbangsep) August 28, 2014

Florence Sihombing memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Jogja via akun Path-nya juga. #FlashBreak pic.twitter.com/Lj3yJIzivY

— SWARAGAMA 101.7 FM (@swaragamafm) August 28, 2014

Orang Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya #santishopads pic.twitter.com/DxYOqwenwX

— Paksi Raras Alit (@paksiraras) August 28, 2014

menurut saya Florence adalah korban yang melampiaskan kekesalahan dengan cara yang salah. jadi melihatanya harus proporsional.

— wahyu dian pramana (@wdpramana) August 29, 2014

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR