Ford hengkang dari Indonesia

Stand PT Ford Motor Indonesia dalam pameran "Indonesia International Motor show (IIMS) 2011" di Kemayoran, Jakarta. Ford Indonesia, dan Ford Jepang, akhirnya tutup pada paruh pertama tahun 2016.
Stand PT Ford Motor Indonesia dalam pameran "Indonesia International Motor show (IIMS) 2011" di Kemayoran, Jakarta. Ford Indonesia, dan Ford Jepang, akhirnya tutup pada paruh pertama tahun 2016. | Dasril Roszand /Tempo

Pabrikan otomotif Ford asal Detroit, Amerika Serikat, menghentikan operasinya di Indonesia dan Jepang. Situs resmi Ford Motor mengumumkan penutupan tersebut pada Senin (25/1).

Managing Director Ford Motor Indonesia Bagus Susanto menyebut, keputusan sulit ini terpaksa diambil. "Kami mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini," tulisnya seperti dilansir situs perusahaan, Ford.co.id. Keputusan ini termasuk menutup dealership Ford, menghentikan penjualan, dan impor resmi semua kendaraan Ford.

Bagus memastikan pelanggan tetap dapat terus mengunjungi diler Ford untuk mendapatkan semua dukungan layanan penjualan, servis, dan garansi hingga beberapa waktu ke depan sepanjang tahun ini. "Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami," ujarnya. Bagus menyatakan, Ford akan menghubungi pelanggan lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru.

Menurut catatan CNN Indonesia, Ford masuk ke Indonesia pada 2002. Hingga akhir tahun lalu, mereka mengoperasikan 44 diler. Sepanjang 2015, Ford disebut hanya berhasil menjual 6 ribu unit mobil atau 0,59 persen dari total penjualan mobil nasional sebanyak 1,01 juta unit menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia)

Ketua III Gaikindo Johnny Darmawan mengatakan tahu kabar ini juga mendadak. Usai pemberitaan surat Asia Pacific President Ford Motor Dave Schoch kepada seluruh karyawan di Indonesia dan Jepang, dua negara di mana Ford akan menghentikan operasinya tahun ini. Schoch, seperti dikutip Reuters.com, penutupan ini juga berarti bahwa karyawan mereka yang berbasis di Jepang dan Indonesia tidak akan lagi bekerja untuk Ford Jepang atau Ford Indonesia.

Menurut salah satu sumber Ford di Shanghai, bersaing di pasar otomotif Indonesia tanpa memiliki fasilitas perakitan adalah hal yang berat. "Kami tak punya fasilitas manufaktur itu," ujar sumber itu dikutip Reuters.com. Apalagi, penjualan tahun ini kian lesu dibanding tahun sebelumnya.

Pasar otomotif lokal tahun 2015 susut 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Padahal, tahun sebelumnya, pasar begitu bergairah hingga penjualan otomotif mencapai 1.208.028 unit.

Hengkangnya Ford ini menambah daftar korban pabrikan otomotif asal Amerika. Pertengahan tahun lalu, sesuai catatan Tempo.co PT General Motors Indonesia, produsen mobil Chevrolet menutup pabriknya di Bekasi. Berdasarkan Gaikindo, sepanjang 2014 penjualan mobil Chevrolet hanya mencapai 10.018 unit mobil.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR