PENERIMAAN CPNS

Gagal terisi, 59 ribu lowongan CPNS dibuka lagi

Sejumlah peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersiap mengikuti ujian, Senin (12/11/2018).
Sejumlah peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersiap mengikuti ujian, Senin (12/11/2018). | Darwin Fatir /Antara Foto

Pemerintah berencana kembali membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS), tahun ini.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafruddin jumlah yang akan dibuka mencapai 100 ribu formasi. Dari jumlah itu, 59 ribu di antaranya adalah formasi yang gagal terisi pada tes CPNS 2018.

"Seperti 2018, tapi jumlahnya tidak sebanyak 2018. Kalau 2018 itu kan 238 ribu, kalau 2019 sekitar 100 ribu," ujar dia usai rapat dengan DPR, Selasa (22/1/2019), seperti dinukil dari Merdeka.com.

Syafruddin mengatakan instansi yang bakal dibuka tak beda jauh dengan tahun sebelumnya.

Tahun lalu, pemerintah membuka 238.015 lowongan CPNS. Jumlah itu terdiri dari 51.271 Instansi Pusat yang dibutuhkan 76 kementerian atau lembaga. Serta 186.744 yang tersebar di 525 Instansi Daerah.

Nah, dari jumlah itu ternyata tak semuanya terisi. Menurut Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir masih ada sekitar 59 ribu posisi yang gagal terisi. Banyak peserta yang tak berhasil lulus dalam seleksi hingga ada kekurangan keterisian tersebut.

"Iya (masih ada kekurangan). Itu 59.458 keseluruhan," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (23/1/2019). Mudzakir memperinci, dari tes CPNS tahun lalu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sama-sama mengalami kekurangan CPNS.

Tahun lalu, dari sekitar 4 juta pelamar CPNS. Dari jumlah itu, ada 1,7 juta pelamar yang mengikuti tes. Tapi yang lulus hanya sekitar rata-rata hanya 9 persen atau 128 ribu orang. Pemerintah akhirnya mengganti sistem passing grade (ambang batas) dalam penilaian kelulusan menjadi sistem ranking. "Kami tidak berorientasi pada passing grade, tapi berorientasi pada ranking," kata Syafruddin, Rabu (21/11/2018) seperti dinukil dari Kompas.com.

Perubahan sistem penilaian itu bisa meloloskan 536 ribu peserta, yang tak memenuhi kriteria passing grade.

Tapi hasil perubahan sistem ini belum juga mampu memenuhi kebutuhan abdi negara. Hanya 178.557 formasi yang terisi. Jumlah itu terdiri dari 44.696 formasi (89 persen) untuk pemerintah pusat dan 133.861 formasi (90 persen).

Di beberapa daerah, sebagian kegagalan pengisian tes CPNS karena bencana alam. Syafruddin seperti dikutip dari situs Kementerian PAN RB menambahkan, ada 48 instansi daerah seleksi CPNS tertunda karena bencana alam, kendala teknis jaringan internet.

Antara lain di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat, Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, serta Kabupaten Parigi Moutong.

Di pemerintah pusat, posisi yang yang masih lowong saat ini adalah jabatan dosen di Kementerian Agama dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Sedangkan untuk instansi daerah pada jabatan dokter spesialis dan guru vokasional.

Kepala Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menjelaskan, tahun ini ada tiga pembukaan. Pertama digelar pada Februari untuk PPPK khusus untuk tenaga honorer K2.

"Terus setelah Pilpres, akan ada event penerimaan PPPK untuk jalur umum. Setelah itu, mungkin di akhir tahun entah kapan baru CPNS 2019," kata Ridwan, Rabu (23/1/2019).

Ridwan mengatakan, pemerintah tak akan membuka lowongan CPNS menjelang Pemilu karena bisa mengganggu gelaran lima tahunan itu.

"Prinsipnya kami nggak akan ada ramai-ramai menjelang Pilpres. Nanti mengganggu dan bisa disalahartikan oleh siapa pun," kata Ridwan. Untuk skema pembukaan lowongan CPNS, Ridwan belum bisa memastikan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR