ATURAN LALU LINTAS

Ganjil-genap jalanan Jakarta berlaku hingga akhir 2018

Sejumlah kendaraan melintasi Jalan S. Parman saat berlangsungnya pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap di Jakarta, Minggu (2/9/2018). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah memutuskan bahwa peraturan lalu lintas nomor polisi ganjil genap bagi mobil pribadi akan diperpanjang hingga 31 Desember 2018.
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan S. Parman saat berlangsungnya pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap di Jakarta, Minggu (2/9/2018). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah memutuskan bahwa peraturan lalu lintas nomor polisi ganjil genap bagi mobil pribadi akan diperpanjang hingga 31 Desember 2018. | Reno Esnir /Antara Foto

Asian Para Games 2018 di Jakarta telah ditutup pada Minggu (13/8/2018), tetapi aturan lalu lintas yang diberlakukan untuk mendukung ajang tersebut diperpanjang hingga 31 Desember 2018.

Aturan lalu lintas tersebut adalah pemberlakukan pembatasan mobil pribadi yang diperbolehkan masuk jalan tertentu sesuai dengan angka terakhir pada pelan nomor kendaraan tersebut. Aturan ini lebih populer disebut "ganjil-genap" (gage).

Kawasan berlakunya aturan ganjil-genap, yang pertama ditetapkan pada 2016, sebelumnya telah diperluas saat Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus-2 September.

Perluasan itu dilakukan untuk memperlancar perjalanan para atlet dari tempat mereka menginap hingga arena pertandingan.

Efektivitas penerapannya, yang membuat jalanan di Jakarta--terutama jalanan protokol--terasa lebih lancar, membuat Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya memutuskan memperpanjang masa penerapannya hingga berakhirnya Asian Para Games pada 13 Oktober.

Kini, setelah Asian Para Games 2018 berakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya kembali memutuskan untuk meneruskan masa berlaku aturan tersebut, setidaknya hingga akhir tahun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang masa berlaku aturan tersebut melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap yang ditandatangani pada Kamis (12/10).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono mengonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan kepada Antaranews bahwa aturan ganjil-genap itu akan berlaku kembali sejak Senin (15/10) hingga 31 Desember 2018.

Pada Desember nanti, lanjut Bambang, mereka akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah aturan itu bakal diberlakukan permanen atau tidak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijiatmiko, menjelaskan, keputusan itu diambil berdasarkan monitoring evaluasi dan diskusi dengan pakar transportasi, operator angkutan umum, pemerhati kota, pakar kesehatan, dan jaringan dunia usaha.

"Bahwa ada hasil positif selama pemberlakuan gage saat Asian Games dan Asian Para Games yang meliputi peningkatan kecepatan, penurunan waktu tempuh, peningkatan pengguna angkutan umum maupun penurunan angka CO," kata Sigit kepada detikcom.

Namun ia menegaskan bahwa manajemen rekayasa lalu lintas tersebut adalah sesuatu yang harus dievaluasi secara ketat dan periodik dengan memerhatikan dinamika mobilitas masyarakat dan perubahan tata ruang kota.

"Pemprov juga sedang mengeksplor cara lain sebagaimana yang sudah diatur sesuai kewenangan seperti pengaturan tarif parkir, pengurangan SRP (satuan ruang parkir) on street, dan juga pemberlakuan jalan berbayar elektronik yang masih berproses," tuturnya.

Beberapa perubahan

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, dalam Kompas.com memaparkan bahwa ada beberapa perubahan pada aturan ganjil-genap nanti dibandingkan yang diterapkan selama Asian Games dan Asian Para Games.

Wilayah perluasan ganjil-genap hanya berlaku di sembilan ruas jalan, yakni:

  • Jalan Medan Merdeka Barat,
  • Jalan MH Thamrin,
  • Jalan Jenderal Sudirman,
  • sebagian Jalan Jendral S Parman (mulai dari Jalan Simpang Tomang Raya sampai Jalan simpang KS Tubun),
  • Jalan Gatot Subroto,
  • Jalan HR Rasuna Said,
  • Jalan Jenderal MT Haryono,
  • Jalan Jenderal DI Panjaitan,
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Artinya gage tidak lagi berlaku di ruas Jl. Metrro Pondok Indah dan Jl.Benyamin Sueb.

Peraturan ini berlaku pada hari Senin-Jumat, dibagi dalam dua periode penerapan, yakni pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB. Gage tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Dalam Pergub 106/2018 itu juga disebutkan ada beberapa pengecualian. Aturan gage tidak diberlakukan pada segmen persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk tol, juga dari pintu keluar tol sampai persimpangan terdekat.

Kepada detikcom, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto membenarkan ada ruas yang memang tidak diberlakukan gage walau jalanan itu masuk dalam jalur gage.

"Misalnya dari Pasar Minggu ke Gerbang Tol Tebet (depan Aldiron) itu bebas ganjil-genap padahal itu Jl Gatot Subroto. Terus dari Tebet Barat yang mau masuk Gerbang Tol Tebet (depan Tebet Square) juga boleh bebas ganjil-genap," jelasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR