BENCANA ALAM

Gempa Lembata tak memengaruhi Gunung Ili Lewotolok

Ilustrasi grafik gempa
Ilustrasi grafik gempa | Anis Efizudin /Antara Foto

Kabupaten Lembata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa beruntun berkekuatan 3,9 - 4,9 SR pada Selasa (10/10/2017) malam WITA. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); guncangan paling terasa di Desa Lamabute, Desa Napsabok, Desa Lamawolo, dan Desan Waimatan.

Seluruhnya berada di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, atau di sekitar Gunung Ili Lewotolok. Tak ada korban jiwa dari fenomena alam ini.

Meski demikian, menurut laporan Kompas.com, sebuah rumah warga hancur dan sebagian lain rusak, termasuk yang dindingnya retak. "Hampir semua desa di lereng gunung Ili Lewotolok beberapa rumah warga terkena batu. Saat ini masih dilakukan pendataan lagi," ujar Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

Sejauh ini diketahui empat rumah di Desa Bungamuda rusak, sementara satu rumah rusak lain berada di di Desa Lamawolo. Dilansir Metrotvnews.com, sejumlah tiang listrik di Desa Napasabok pun tertimpa material longsoran sehingga aliran listrik ke desa itu terganggu.

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang, Hasanudin, menjelaskan gempa bumi terjadi pada pukul 02.19 WITA, 02.27 WITA, 06.23 WITA, dan 17:07 WITA. Meski gempa tidak besar, efeknya terasa hebat lantaran geografis wilayah tersebut berada di lereng terjal dan penuh bebatuan.

Bahkan rumah yang hancur disebabkan oleh batu besar yang longsor dan lalu menutup badan jalan sehingga memutus akses antara Desa Lamagute dan Desa Waimatan. Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Rafael Betekeneng, menjelaskan total empat rumah di Desa Lamagute rusak berat.

Lokasi gempa bumi di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Lokasi gempa bumi di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. | Magma Indonesia /VSI Kementerian ESDM

Data BNPB menyebutkan ada 723 jiwa warga yang mengungsi ke sejumlah posko seperti rumah dinas Bupati Lembata dan kantor Camat Ile Ape Timur. Proses pengungsian dan penanganan pengungsi dilakukan bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan pemkab Lembata.

Ironisnya saat pengungsi tengah ditangani justru muncul kabar bohong (hoax) yang meresahkan. Kabar itu mengatakan bahwa Gunung Ili Lewotolok segera meletus setelah dipicu gempa tektonik beruntun.

Kabar itu langsung dibantah BNPB. Gunung setinggi 1.423 mdpl itu belum berubah status Waspada (Level II), padahal bila makin gawat statusnya bisa naik menjadi Awas (Level IV) seperti yang kini disandang Gunung Agung di Karangasem (Bali) dan Gunung Sinabung di Karo (Sumatera Utara).

Meski demikian masyarakat diminta tetap waspada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari puncak Gunung Ili Lewotolok. Adapun gunung tersebut sudah delapan kali erupsi dan terakhir kali pada 1920.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR