GEMPA DONGGALA

Gempa tak berkaitan dengan erupsi gunung Gamalama dan Soputan

Warga berjalan di bawah hujan abu vulkanik letusan gunung Soputan, di atas Desa Kota Menara, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). PVMBG memastikan letusan itu tak ada kaitannya dengan gempa Palu-Donggala.
Warga berjalan di bawah hujan abu vulkanik letusan gunung Soputan, di atas Desa Kota Menara, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). PVMBG memastikan letusan itu tak ada kaitannya dengan gempa Palu-Donggala. | Adwit B Pramono /Antara Foto

Gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah tak berkaitan dengan letusan gunung Gamalama dan gunung Soputan. Dua gunung itu meletus sepekan seusai gempa mengguncang Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

Gunung Gamalama yang terletak di Ternate, Maluku Utara pertama erupsi pada Kamis (4/20/2018). Sementara gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, meletus pada Rabu (3/10/2018). Sedangkan gempa mengguncang Palu dan Donggala pada Jumat, (29/9/2018)

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menjelaskan, aktivitas dua gunung api itu tak ada kaitannya dengan gempa di Palu, Sulawesi Tengah. "Enggak ada. Gempa bumi terjadi di Donggala-Sulawesi Tengah, sementara aktivitas gunung api ada di tempat lain yang jauh. Gunung Colo yang ada di pulau Una-una (Sulawesi Tengah) itu yang paling dekat (dengan Palu) saja tidak terpengaruh kok," kata Kasbani dihubungi Kompas.com, Kamis (10/4/2018).

Kasbani menjelaskan, gunung api Soputan yang erupsi sejak kemarin (3/10/2018) sebenarnya sudah menunjukkan aktivitas sejak Juli 2018. Ini berarti aktivitas terjadi jauh sebelum gempa Palu dan Lombok.

Kasbani menjelaskan, gunung berapi yang erupsi baru-baru ini, sudah meningkat aktivitasnya lebih dulu sebelum terjadi gempa di Lombok dan Palu. Sejak Juli lalu, dua gunung itu sudah masuk level II, level III, atau level IV. Level II menandakan status waspada, level III siaga, dan level IV awas.

"Aktivitas gunung itu memang sudah di atas normal sebelum gempa," ujarnya.

Penjelasan tak ada kaitan gunung dan gempa ini juga diutarakan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Bahkan menurut Sutopo, tak hanya dua gunung itu, gunung Anak Krakatau meletus kemarin juga tak ada kaitannya dengan gempa Palu-Donggala. "Namanya gunung api, pasti suatu saat akan meletus. Tetap tenang," kata dia lewat cuitan di akun Twitternya. Menurut Sutopo, erupsi itu tak berbahaya selama di radius aman.

PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di dalam area radius 4 kilometer dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah barat-barat daya sejauh 6,5 kilometer dari puncak gunung untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.

Masyarakat di sekitar gunung Soputan pun dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Surono, pakar vulkanologi yang juga mantan Kepala PVMBG menjelaskan, gempa bumi memang dapat memengaruhi aktivitas gunung api, tapi tidak semuanya.

Misalnya, gempa Lombok akhir Agustus lalu, tidak memengaruhi aktivitas gunung Agung maupun gunung Rinjani. Hal yang sama juga terjadi pada gempa Palu.

Letusan gunung lebih dipengaruhi oleh kantung magma. Jika kantung magma penuh, maka akan menimbulkan tekanan dari guncangan gempa dapat meningkatkan aktivitas gunung api. "Bahkan kadang kala bisa diikuti letusan," terang Surono.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR