GEMPA LOMBOK

Gempa utama Lombok, 82 orang dilaporkan tewas

Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, (5/8/2018).
Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, (5/8/2018). | Ahmad Subaidi /Antara Foto

Belum hilang trauma yang dialami warga, gempa kembali mengguncang Pulau Lombok, Minggu (5/8/2018).

Kekuatan gempa lebih kuat dibandingkan yang dialami warga, persis sepekan lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi malam tadi berkekuatan 7 skala Richter, mengoreksi kabar sebelumnya yang menyebutkan magnitude 6,9 skala Richter.

Pusat gempa berada di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya pada 8,3 lintang selatan, 116,48 bujur timur Kabupaten Lombok Timur dengan kedalaman 15 kilometer.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut gempa malam tadi sebagai yang utama (main shock) dari rangkaian gempa terdahulu. Dwikorita, dalam BBC Indonesia memastikan, gempa lebih besar lagi diperkirakan tidak akan terjadi sebab sebagian energi yang tersimpan sudah terlepas melalui gempa pertama dan gempa tadi malam.

Lombok, dijelaskan Dwikorita, memiliki dua generator pembangkit gempa bumi, namun yang berperan kali ini satu generator saja, yakni patahan naik atau sesar naik Flores yang terletak di sebelah utara Pulau Lombok. .

Sementara, satu generator lain berada di sebelah selatan dari Pulau Lombok, tepatnya di Samudera Hindia, terjadi tumpukan lempeng Samudera Indo-Australia menumpuk ke arah lempeng Asia, Eurasia melewati bagian bawah Lombok.

Kekuatan gempa juga terasa hingga Waingapu (NTT), Banyuwangi, Situbondo, dan Malang (Jawa Timur), Kuta, Karangasem dan Denpasar (Bali), Bima dan Mataram (NTB).

Reruntuhan bangunan akibat gempa menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Minggu (5/8/2018).
Reruntuhan bangunan akibat gempa menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Minggu (5/8/2018). | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Peringatan dini tsunami dikeluarkan BMKG hingga pukul 21.25 WITA. Kendati demikian, lebih dari seratus gempa susulan terus terjadi hingga Senin (6/8/2018) pagi.

Korban meninggal dunia bertambah berkali-kali lipat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mencatat sudah ada 82 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sebagian besar mereka yang menjadi korban tewas tertimpa bangunan yang roboh. Korban diperkirakan bisa bertambah, menyusul sejumlah akses listrik dan komunikasi yang mati di sebagian besar wilayah Pulau Lombok.

Dalam rilis BNPB, Sutopo memaparkan korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yakni 65 orang, disusul Lombok Barat dengan sembilan orang, Lombok Tengah dua orang, Kota Mataram empat orang, dan Lombok Timur dua orang.

"Sementara ratusan orang luka-luka," sambung Sutopo, dalam lansiran KOMPAS.com. Belum ada data detail tentang jumlah bangunan yang rusak akibat gempa susulan ini.

Namun, gempa yang turut terasa hingga Pulau Bali ini juga membawa dampak kerusakan bangunan di sana. Bandara Internasional Ngurah Rai, salah satunya. Beberapa plafon pada bangunan itu rusak, meski tidak merusak struktur bangunan dan memakan korban jiwa.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali juga mencatat adanya sejumlah kerusakan bangunan di Kecamatan Klungkung, Kecamatan Dawan, Kecamatan Nusa Penida, dan Kecamatan Banjarangkan.

Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan, dan lainnya masih intensif melakukan penyisiran dan evakuasi daerah terdampak.

Banyaknya warga yang memilih untuk bertahan di luar rumah membuat Lombok kekurangan tenda dan terpal untuk membuat tempat penampungan sementara.

"Stok tenda kita kosong karena sudah terpakai kemarin," kata Kasi Kedaruratan BPBD NTB Agung, dalam Liputan6.com.

Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi menginstruksikan semua sekolah di Lombok Utara, Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah, untuk diliburkan untuk dicek keamanan bangunannya oleh tim gabungan.

Selain itu, pihaknya juga meminta masjid-masjid yang ada di seluruh desa untuk menyerukan pesan yang menenangkan warga.

"Saya juga instruksikan semua tenaga kesehatan di Pulau Lombok untuk masuk dan bekerja, memastikan pelayanan kesehatan diberikan maksimal," kata TGB.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR