SEPAK BOLA NASIONAL

Gerak Gusti Randa, dari PT LIB hingga tugas memimpin PSSI

Plt. Ketum PSSI Gusti Randa berpose untuk Beritagar.id di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, 5 November 2018.
Plt. Ketum PSSI Gusti Randa berpose untuk Beritagar.id di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, 5 November 2018. | Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

Gusti Randa bukan sosok bau kencur di tubuh PSSI. Pergerakannya belakangan inipun kian kencang. Terbaru, Selasa (19/3/2019), lelaki berlatar pengacara ini mendapat tugas memimpin PSSI --organisasi olahraga tertua di Indonesia.

Dilaporkan detikSport, Gusti mengaku ditunjuk Plt Ketua Umum Joko Driyono yang memilih nonaktif untuk memfokuskan diri pada status tersangka dalam perusakan barang bukti pengaturan skor.

"Karena ini sifatnya penugasan, jadi dikeluarkan SK dari Ketua Umum (Joko Driyono). Per hari ini sampai Kongres Luar Biasa (KLB). Tugas saya menyelenggarakan KLB," kata Gusti yang berkarier di PSSI sejak 2001 sebagai Ketua Badan Futsal Nasional.

Penunjukkan itu, menurut Gusti, dilakukan melalui rapat komite eksekutif (exco) PSSI --lembaga asal dirinya. Namun belakangan, Gusti memberi klarifikasi --termasuk membantah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PSSI.

"Saya luruskan. Itu bukan keputusan Exco, itu diskresi kewenangan ketum. Saya menerima. Pak Joko tunjuk saya, makanya langkah pertama saya lakukan rapat Exco," jelas Gusti dilansir Liputan6.com.

Sementara dalam laman resmi PSSI, Gusti mengatakan penugasan itu berdasarkan surat tugas nomor 1015/UDN/568/III-2019 bertanggal 19 Maret 2019. “Ini penugasan biasa dengan agenda khusus, durasinya tidak terikat," katanya, Rabu (20/3).

Jadi, Gusti punya tugas mempersiapkan dan melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 di Bali. Gusti pun menyebutkan tak ingin disebut Plt Ketum PSSI karena jika begitu dirinya dan Joko melanggar Statuta PSSI.

Pasalnya, seperti diatur dalam pasal 41 ayat 6 menyatakan Wakil Ketum PSSI akan menggantikan apabila Ketum atau Plt Ketum berhalangan. Jadi bila merujuk ke aturan ini, Iwan Budiyanto, semestinya menjalan peran Plt Ketum karena jabatannya sebagai Wakil Ketum PSSI.

Pemberian tugas oleh Ketum atau Plt Ketum pun sebenarnya tak ada dalam Statuta PSSI. Dalam pasal 40 soal kewenangan Ketum dinyatakan bahwa bila dirinya berhalangan maka Wakil Ketum yang akan menggantikan.

Bahkan dalam ayat 7 disebutkan bahwa setiap kekuasaan tambahan dari Ketum PSSI harus dicantumkan dalam peraturan organisasi internal PSSI. Tidak diketahui apakah internal PSSI sudah mencantumkan itu.

Yang jelas, Gusti pun mengakui soal penugasan ini memang tak termuat dalam Statuta PSSI. "...ini sifatnya penugasan. Di Statuta PSSI juga tidak ada," ujar Gusti.

Ini memang kontroversial. Namun, seperti dikatakan Gusti, paling penting adalah organisasi PSSI tetap berjalan.

Bagi Gusti, ini adalah pekerjaan tambahan setelah dirinya menjadi Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB). Penunjukkan Gusti sebagai komisaris dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/2).

Penunjukan Gusti pun cukup mengejutkan. Apalagi eks-pemain film ini pernah menyampaikan PT LIB antara iya dan tidak menjadi operator Liga 1 dan 2 musim 2019.

Alasannya, pada 28 Januari, banyak hal yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan nasib PT LIB sebagai operator Liga 1. Antara lain format kompetisi, sponsor, dan dampak dari kasus pengaturan skor.

"Setiap tahun, ada yang harus dilakukan yaitu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), apalagi CEO (maksudnya Dirut PT LIB) Berlinton Siahaan kan mundur (dari LIB) sehingga harus dilakukan RUPS," tutur Gusti dikutip BolaSport.com.

Namun, Gusti akhirnya ditunjuk menjadi komisaris. Gusti pun perlu mengawal rencana untuk memulai (kick-off) Liga 1 2019 pada 1-9 Mei nanti.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR