PILKADA JABAR 2018

Persaingan calon gubernur Jawa Barat menghangat

Wagub Jabar Deddy Mizwar menyampaikan pidatonya saat Rapat Koordinasi Pilkada Serentak di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/8/2017).
Wagub Jabar Deddy Mizwar menyampaikan pidatonya saat Rapat Koordinasi Pilkada Serentak di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/8/2017). | Agus Bebeng /Antara Foto

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang berlangsung pada 2018 terus menghangat. Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sehari sebelum peringatan 17 Agustus 2017.

Deddy Mizwar merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat saat ini mendampingi Ahmad Heryawan. Selain menjadi calon gubernur, Deddy juga menjadi kader Gerindra menjabat sebagai dewan penasihat DPD Gerindra Jabar. Adapun Ahmad Syaikhu merupakan kader PKS yang kini menjabat Wakil Wali Kota Bekasi.

Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi mengatakan keputusan itu langsung disampaikan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Mulyadi menambahkan, Deddy Mizwar pun menyatakan kesediaannya menjadi kader Partai Gerindra dengan penempatan tugas sebagai penasihat DPD Jabar.

Deddy Mizwar mengatakan Partai Gerindra tidak meminta mahar apa pun kepadanya. Ia menyatakan tidak merasa keberatan dengan keputusannya yang memilih jadi kader Partai Gerindra. Terlebih, Gerindra memiliki komitmen kuat dalam dunia politik.

Gerindra dan PKS menjadi koalisi pertama yang mengusung calon untuk maju ke Pilgub Jabar. Berdasarkan jumlah kursi di DPRD Jabar, Gerindra dan PKS sudah cukup untuk memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan pada Pilgub. Gerindra memiliki 11 kursi dan PKS memiliki 12 kursi.

Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu akan berhadapan dengan Ridwan Kamil yang sudah resmi diusung Partai NasDem. Kamil merupakan pesaing berat Deddy Mizwar. Dalam sejumlah survei, Wali Kota Bandung ini selalu menempati urutan teratas.

Hasil survei yang mengunggulkan Kamil di antaranya dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Kamis (13/7/2017). Survei itu melibatkan 820 responden ber-KTP Jawa Barat pada Juni 2017.

Kamil memperoleh 31,4 persen ketika responden ditanya pilihannya kalau pemilihan digelar saat itu. Di bawahnya, Deddy Mizwar memperoleh 13 persen, Dedi Mulyadi 12,3 persen, Dede Yusuf 8,3 persen, dan Abdullah Gymnastiar 7,5 persen.

Meski di atas angin, Ridwan Kamil masih memiliki pekerjaan rumah. Wali Kota Bandung ini belum menentukan calon wakil gubernurnya. NasDem pun harus ekstra keras mencari kawan koalisi karena hanya memiliki 5 kursi di DPRD Jawa Barat.

Hanura (3 kursi), PKB (7 kursi), dan PPP (9 kursi) sudah menyatakan keinginan mengusung Ridwan Kamil asalkan ada calon wakil gubernur dari parpol masing-masing. Ketiga parpol tersebut belum menyatakan dukungan resmi kepada Kang Emil.

Beberapa partai besar belum meresmikan jagoannya. PDI Perjuangan, 20 kursi, menjadi satu-satunya partai yang bisa mengajukan sendiri calon gubernur belum menentukan sikap.

Meski belum menentukan sikap, arah partai banteng itu sepertinya tak menuju ke Ridwan Kamil. PDIP disebut-sebut bakal berkoalisi dengan Partai Golkar yang memiliki 17 kursi mengusung Dedi Mulyadi.

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tidak masalah apabila harus mendapat posisi calon wakil gubernur. Dedi Mulyadi merupakan Ketua DPD Golkar Jawa Barat dan Bupati Purwakarta.

Hasto mengatakan, saat ini sudah ada tiga nama yang memungkinkan akan disodorkan ke Golkar sebagai pendamping Dedi Mulyadi. Mereka adalah Ketua DPD PDI-P Jabar Tubagus Hasanuddin, anggota DPR Puti Soekarnoputri dan Bupati Majalengka Sutrisno.

Partai lainnya adalah Demokrat dengan 12 kursi. Mereka menyiapkan tiga nama, yaitu, Iwan Sulanjana Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Dede Yusuf anggota DPR RI dan Herman Khaeron Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR