OTT KPK

Giliran Bupati Bengkayang dicokok KPK

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (kiri) melakukan pengisian bahan bakar perdana pada kendaraan saat meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus Bersubsidi (SPBKB) AKR di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu (5/12/2018). Suryadman ditangkap KPK karena dugaan korupsi.
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot (kiri) melakukan pengisian bahan bakar perdana pada kendaraan saat meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus Bersubsidi (SPBKB) AKR di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu (5/12/2018). Suryadman ditangkap KPK karena dugaan korupsi. | HS Putra /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan maraton operasi tangkap tangan (OTT). Setelah Bupati Muara Enim dan Direktur Pemasaran PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, KPK menangkap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot.

Tiga penangkapan itu dilakukan dalam satu hari, Selasa (3/9/2019). Pertama adalah Bupati Muara Enim, Sumatra Selatan, Ahmad Yani, pada dini hari WIB. Berikutnya ialah I Kadek Kertha Laksana, Direktur Pemasaran PTPN III pada malam hari.

Pada sore hari, Suryadman ditangkap di Pontianak, Kalimantan Barat. Selain Suryadman, menurut penjelasan juru bicara KPK Febry Diansyah, ditangkap pula empat orang lainnya. Dua di antaranya adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Obaja dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Aleksius.

Ketiganya sudah berada di kantor KPK. "Dua lainnya dibawa pagi ini ke KPK dari Pontianak," kata Febri dalam keterangan resminya pada Rabu (4/9).

Belum diketahui kasus apa yang menjerat Suryadman dan empat orang lainnya. KPK pun belum memberi penjelasan. Namun, kuat diduga ini urusan suap menyuap proyek pemkab Bengkayang karena KPK turut mengamankan barang bukti uang Rp340 juta.

"Hasil OTT ini akan diumumkan melalui konferensi pers (Rabu) sore ini," ujar Febri.

Adapun penangkapan Suryadman menambah panjang daftar kepala daerah yang dicokok KPK melalui OTT. Suryadman menjadi kepala daerah ke-107 sejak 2004 atau kepala daerah tingkat dua ke-64 yang ditangkap KPK.

Sebelum Suryadman dan Ahmad Yani, penangkapan terakhir adalah Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Budi Budiman, pada April lalu.

Adapun Suryadman adalah orang asli Bengkayang kelahiran 15 Mei 1971. Saat ini dirinya sedang menjalani periode kedua pemerintahannya (2016-2021).

Sebelum dua kali menang pilkada Bengkayang, terakhir pada 2015, Suryadman pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Bengkayang dan Wakil Bupati pada periode 2005-2010. Suryadman juga saat ini berstatus sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR