BISNIS DARING

Gojek menyongsong era baru

Pendiri dan CEO Grup Gojek Nadiem Makarim (kanan) bersama Co-Founder Kevin Aluwi (tengah) dan Presiden Grup Gojek Andre Soelistyo (kiri) meresmikan logo baru perusahaan di kantor pusat Gojek, Jakarta, Senin (22/7/2019).
Pendiri dan CEO Grup Gojek Nadiem Makarim (kanan) bersama Co-Founder Kevin Aluwi (tengah) dan Presiden Grup Gojek Andre Soelistyo (kiri) meresmikan logo baru perusahaan di kantor pusat Gojek, Jakarta, Senin (22/7/2019). | Audy Alwi /Antara Foto

Perusahaan dengan layanan segala ada, Gojek, menghadapi era baru dengan meluncurkan logo anyar. Mereka meninggalkan logo lama berbentuk sepeda motor yang digunakan sejak berdiri pada 2010 lantaran situasi memaksa.

Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO Gojek, menjelaskan logo baru itu bernama "solv". Nama yang mengacu pada kata "solve" dari bahasa Inggris yang artinya memecahkan masalah.

"Kami perlu logo baru karena evolusi ekosistem. Gojek sudah berubah banyak dari ide awal. Kami harus mewadahi semua stakeholder dalam ekosistem kami dengan simbol baru," ujar Nadiem dalam perkenalan logo baru di kantor Gojek di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Logo sepeda motor, menurut Nadiem, tak lagi pantas karena Gojek memiliki berbagai layanan dan mitra. "Jika pakai logo sepeda motor, merchant Gofood kami atau mitra Gocar tidak terwakili," katanya.

Gojek --yang juga meninggalkan tipografi jenama berwujud Go-Jek-- memang memiliki lebih dari 20 layanan yang disebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Antara lain Goride (layanan ojek), Gofood (pesan makanan), Gocar (layanan taksi), dan Gopay (dompet digital), Gopulsa, dan Gotix (pemesanan tiket bioskop).

"Gojek saat ini sudah menjadi gerakan serta revolusi perusahaan teknologi dan kemanusiaan," tukas Nadiem seraya menyebut bahwa profesi ojek sekarang menjadi satu di antara aktivitas ekonomi paling kuat di Indonesia.

Nadiem menyebut Gojek sudah menjadi simbol yang lebih besar daripada sekadar naik ojek atau mobil atau pesan makanan. Logo baru solv berarti bisa memecahkan masalah para pengguna sehari-hari yang ada dalam semua layanan Gojek.

"Kami pilih simbol yang bisa banyak representasinya. Karena Gojek, seperti itu. Kami mau memecahkan permasalahan. Apapun bisa dipecahkan. Itulah arti simbol ini. Silakan Anda sendiri menginterpretasikan simbol ini," kata Nadiem.

Presiden Grup Gojek, Andre Soelistyo, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Gojek menghadapi era baru dari sisi teknologi, mitra, dan pengguna. Dengan logo baru, mereka punya misi baru.

"Kami ingin Gojek bukan cuma aplikasi teknologi dengan pengguna terbanyak di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara. Itu yang kami kejar ke depan," katanya.

Sebagai aplikasi on demand, Gojek sudah merambah Asia Tenggara sejak tahun lalu. Mereka punya Go-Viet untuk layanan Gofood dan Gobike di Vietnam. Lalu ada GET di Thailand untuk ojek/taksi dan kiriman makanan, Gocar di Singapura, dan Gopay di Filipina.

Sekarang semua layanan di negara tetangga masing-masing sudah mencapai 1 juta pesanan dalam waktu cepat. Misalnya kurang dari dua bulan di Vietnam dan Singapura, serta kurang dari tiga bulan di Thailand.

"Padahal dulu di Indonesia karena kami belum banyak pengalaman, butuh tujuh bulan untuk mencapai satu juta pesanan," tukas Andre.

Gojek pun bertekad untuk terus ekspansi ke negara tetangga. Mereka saat ini sedang menjajaki pengembangan layanan Gofood di Singapura dan Malaysia serta India.

Mengapa Gojek bisa meraih pencapaian positif di negara tetangga? "Mereka juga bosan dengan keberadaan pemain tunggal (monopoli). Mereka perlu pilihan. Itu sebabnya mereka, para merchant dan mitra pengemudi, membuka hati," imbuhnya.

Andre pun menegaskan evolusi Gojek tidak akan berhenti di sini atau tidak sekadar dengan representasi logo baru. Apalagi mereka termotivasi oleh status Gofood sebagai layanan pengiriman makanan terbesar di Asia Tenggara dan Gopay sebagai layanan pembayaran digital terakbar di Indonesia.

"85 persen transaksi di Indonesia masih tunai, perjalanan Gopay masih panjang. Jadi komitmen kami terus melakukan investasi dan memajukan pemerataan manfaat ekonomi pada masa depan," pungkas Andre.

Catatan redaksi: Nama logo baru Gojek sebelumnya tertulis "solve", seharusnya "solv".
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR