PERANG DAGANG

Google pindahkan pabrik ponsel dari Tiongkok ke Vietnam

Google memperkenalkan jajaran perangkat hardware baru termasuk Pixel 2 dan Pixel 2 XL dalam peluncuran produk baru di San Francisco Jazz Center di San Francisco, California, AS, 04 Oktober 2017.
Google memperkenalkan jajaran perangkat hardware baru termasuk Pixel 2 dan Pixel 2 XL dalam peluncuran produk baru di San Francisco Jazz Center di San Francisco, California, AS, 04 Oktober 2017. | Monica M. Davey /EPA-EFE

Dampak perang dagang yang tak kunjung mereda memaksa jenama teknologi dunia, Google, merelokasi pabrik ponsel Pixel dari Tiongkok ke Vietnam. Hal itu dilakukan induk usaha Google, Alphabet Inc., demi menghindari tingginya biaya produksi ponsel akibat perang tarif antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Google dengan beberapa mitra perusahaan akan mengalihkan beberapa produksi ponsel Pixel ke pabrik lama Nokia di Vietnam, tepatnya di daerah Bac Ninh. Lokasi itu satu provinsi dengan pabrik Samsung yang beroperasi sejak 10 tahun lalu.

Menurut laporan Nikkei Asian Review, perusahaan yang awalnya fokus sebagai mesin pencari tersebut tidak mau mengambil risiko. Mereka mulai menimbang untuk memindahkan pabrik mereka ke Vietnam.

Melalui perpindahan produksi ini Google dapat membangun rantai pasokan yang lebih murah, khususnya di Asia Tenggara. Perpindahan pabrik ini menghindari pajak impor terhadap produk buatan Tiongkok yang bakal ditarik oleh Presiden AS Donald Trump.

Bila Google tetap mempertahankan produksi ponsel Pixel di Tiongkok, maka tarif pajak impor akan membuat biaya produksi membesar sehingga harga ponselnya kurang kompetitif.

Meski demikian, ini bukan pertama kalinya perusahaan asal negeri Paman Sam tersebut mempertimbangkan pemindahan operasinya dari Tiongkok ke bagian lain dunia. Awal tahun ini, Google dilaporkan ingin mengalihkan produksi perangkat keras Nest dan peladen (server) mereka ke Taiwan dan Malaysia.

Alphabet berencana memproduksi hingga 10 juta ponsel pada 2019, dua kali lipat lebih banyak dari 2018. Ponsel Google pertama yang produknya bakal dipindah ke Vietnam adalah Pixel 3A, ditargetkan sebelum 2019 berakhir.

Sedangkan, untuk produksi perangkat lain seperti pelantang (speaker) pintar akan dipindahkan ke Thailand. Namun beberapa produksi produk inti masih akan dioperasikan di Tiongkok.

Vietnam sebagai destinasi utama

Saat ini, banyak orang percaya bahwa pemenang dari perang dagang yang tengah berlangsung bukan Tiongkok atau AS, melainkan Vietnam. Negara yang pernah berperang dengan AS ini disebut menjadi destinasi utama para investor untuk memindahkan pabriknya dari Tiongkok.

Google bukan satu-satunya perusahaan yang melirik Vietnam untuk menjadi tempat baru pabrik ponselnya. Sejak Mei 2019, lebih dari 50 perusahaan multinasional mengumumkan rencananya untuk merelokasi pabriknya dari Tiongkok. Sebutlah Apple Inc. dan perusahaan gim video (video game) terkemuka asal Jepang, Nintendo Co Ltd.

Apple dikabarkan berencana menggeser antara 15 hingga 30 persen produksinya ke negara lain, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Meksiko. Nintendo juga berencana memindahkan sebagian pabrik konsol Switch-nya dari Tiongkok ke Vietnam sebagai upaya mendiversifikasi basis produksinya.

Selama ini, hampir seluruh produksi konsol Nintendo disuplai dari pabrikan pihak ketiga di Tiongkok dan kini mereka berupaya memindahkan sebagian basis produksinya ke Vietnam pada kuartal-III 2019.

CEO BlackRock, Larry Fink, mengatakan perusahaan raksasa yang beroperasi di Tiongkok tidak akan menunggu kesepakatan damai antara AS dan Tiongkok soal ketegangan dagang.

"Kami mendengar dari para CEO bahwa makin banyak pabrik yang keluar dari Tiongkok saat ini. Mereka tidak mau menunggu, perusahaan tidak akan menunggu hasilnya (negosiasi AS dan Tiongkok," kata Fink kepada CNBC, dikutip Sabtu (31/8).

BlackRock adalah perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia. Berbasis di New York, aset yang dikelola BlackRock saat ini mencapai AS $6,52 triliun, setara dengan Rp90 kuadriliun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR