PROSTITUSI ONLINE

Gratifikasi seks di balik prostitusi artis

Sejumlah wanita Solo membawa spanduk bertuliskan Stop Prostitusi Online saat kampanye di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2015)
Sejumlah wanita Solo membawa spanduk bertuliskan Stop Prostitusi Online saat kampanye di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2015) | Maulana Surya/Antara

Ihwal prostitusi melibatkan artis yang tengah ditangani Polres Jakarta Selatan, penyidik juga akan mengusut dugaan gratifikasi seks. Dasarnya, penyidik menduga pelanggan bukanlah kalangan dari pengusaha atau orang biasa, tetapi bisa saja dari pejabat negara, karena tarifnya yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

"Mudah-mudahan, kita ingin bisa ungkap sampai gratifikasi seks," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan, dikutip Kompas.com (18/5/2015).

Penyidikan ke arah gratifikasi seks, memang menjadi renyah dalam publikasi media, namun kecut bagi penegakan hukum. Sebab pasal untuk menjerat gratifikasi seks belum ada secara khusus. Sebagian pengamat hukum mengatakan, gratifikasi seks bisa dijerat dengan Pasal 12B UU Tipikor dan masuk kategori suap.

Gratifikasi seks bisa diartikan pemberian agar seseorang terkait jabatannya tidak melakukan atau melakukan tugas dan kewajibannya.

“Kalau itu limitatif, memang tidak ada kata seks. Tapi ada pengertian pemberian barang. Jadi ada dua definisi gratifikasi dalam arti luas,” kata pakar hukum pidana Universitas Indonesia Akhiar Salmi, dikutip Hukum Online.

Namun politisi PPP Ahmad Yani, berpendapat lain. “Definisi seks tidak bisa dikategorikan barang, kalau sudah dipersamakan dengan barang itu merendahkan perempuan. Kemudian bagaimana dengan pembuktiannya. Makanya saya mendukung bisa dijerat dengan delik perzinahan,” ujar mantan anggota komisi III DPR itu.

Gratifikasi seks beberapa kali mengemuka dalam kasus tipikor, melengkapi suap. Kasus suap dengan tersangka hakim Setiyabudi, dalam rekonstruksi digelar episode di Venetiant Spa and Lounge Karaoke, Jakarta, tempat Setyabudi "bersenang-senang" selama tiga jam.

Terpidana korupsi Izedrik Emir Moeis pun diwarnai isu gratifikasi seks. Politisi PDIP itu menurut laporan Tempo.co, diduga mendapat gratifikasi seks saat di Paris, Perancis.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR