GUNUNG BERAPI

Gunung Kerinci erupsi, radius berbahaya 3 kilometer

Gunung Kerinci difoto dari Desa Sungai Lintang, Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, pada Jumat (3/5/2019). Gunung tertinggi di Sumatra ini meletus pada Rabu (31/7/2019).
Gunung Kerinci difoto dari Desa Sungai Lintang, Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, pada Jumat (3/5/2019). Gunung tertinggi di Sumatra ini meletus pada Rabu (31/7/2019). | Wahdi Septiawan /Antara Foto

Gunung Kerinci di Jambi erupsi dengan mengeluarkan kolom abu hingga 800 meter di atas puncak pada Rabu (31/7/2019) pukul 12.48 WIB. Masyarakat dan wisatawan pun diminta untuk menghindari radius berbahaya 3 kilometer dari kawah gunung setinggi 4.605 meter di atas permukaan laut (dpl) itu.

Siaran pers Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang serta condong tertiup ke arah timur laut dan timur. Adapun level gunung Kerinci saat ini berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi juga menyarankan agar kalangan penerbangan menghindari jalur di sekitar gunung Kerinci. "Karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan," kata Badan Geologi.

Meski begitu, Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devi K. Syahbana mengatakan letusan gunung yang sebagian wilayahnya juga masuk Sumatra Barat ini masih berskala kecil.

"Dampaknya hanya terlokalisasi di wilayah puncak dan tidak menyebabkan gangguan terhadap masyarakat maupun penerbangan," kata Devi dalam jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (31/7).

Letusan siang tadi, menurut pengamatan PVMBG, belum berdampak pada aktivitas masyarakat, permukiman warga, dan lahan perkebunan. Tapi Devi tetap meminta para wisatawan tidak naik ke puncak Kerinci, apalagi jalur pendakian sudah ditutup.

Sedangkan Kepala Bidang Mitigasi Bencana Gunung Api PVMBG Badan Geologi Hendra Gunawan menyatakan gunung Kerinci rutin erupsi setiap tahun. Maklum, status Level II untuk Kerinci disandang sejak 9 September 2007.

Hendra berharap masyarakat tetap mematuhi batas radius aman dari kawah aktif. Hendra juga meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan pihak berwenang.

Gunung Kerinci pernah meletus relatif besar pada 2009 dan 2013. Sementara pada tahun ini, Kerinci sempat erupsi pada Januari, Maret, dan Mei.

Gunung ini adalah bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang menjadi habitat harimau Sumatra dan badak Sumatra. TNKS yang membentang di Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Selatan adalah wilayah konservasi seluas 1,5 hektare.

Pada 2004, UNESCO menetapkan TNKS sebagai Situs Warisan Dunia bersama Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan --keduanya juga di Sumatra.

Menurut Kepala Balai Besar TNKS, Tamen Sitorus; ada pula 371 jenis burung, 85 jenis mamalia, tujuh jenis primata, enam jenis amfibi, dan sepuluh jenis reptilia endemik. Lantas ada 4.000 jenis tumbuhan, 300 di antaranya adalah aneka anggrek.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR