PENINDAKAN KORUPSI

Hakim Lasito dan rekor hakim terjerat korupsi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus di Kabupaten Jepara di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12/2018).
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus di Kabupaten Jepara di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12/2018). | Galih Pradipta /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Jepara 2017-2022, Ahmad Marzuqi dan hakim pada Pengadilan Negeri Semarang, Lasito sebagai tersangka kasus suap. Penetapan tersangka hakim Lasito kian mengukuhkan rekor hakim sebagai penegak hukum yang paling banyak terjerat kasus korupsi.

Lasito sebagai hakim Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Marzuqi. Kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dilansir Antaranews, hadiah tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi di Pengadilan Negeri Semarang pada 2017.

Marzuqi diduga telah memberikan total dana sebasar Rp700 juta (dalam bentuk rupiah sebesar Rp500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp200 juta) kepada Lasito terkait putusan praperadilan tersebut. Uang diserahkan ke rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto agar tidak terlihat.

Uang dalam bungkus bandeng presto itu akhirnya menggiring hakim Lasito menjadi tersangka. Penetapan Lasito sebagai tersangka pun kian mengukuhkan hakim sebagai jabatan yang paling banyak terseret kasus hukum di antara penegak hukum lainya.

Berdasarkan data Mahkamah Agung, terdapat 32 penegak hukum yang menjadi terpidana korupsi dan telah berkekuatan hukum tetap pada 2006-2016.

Dari 32 penegak hukum tersebut, 13 orang terpidana adalah hakim. Setelah itu, terpidana korupsi di jajaran penegak hukum ini adalah polisi (10 orang), pengacara (6), dan jaksa (5).

Komisi Yudisial (KY) mencatat sejak 2005 hingga Agustus 2018, operasi tangkap tangan (OTT) KPK telah menangkap 19 hakim karena kasus suap dan korupsi. Dari 19 hakim yang tersandung korupsi itu, 10 hakim bertugas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Tepat sepekan sebelum Lasito menjadi tersangka, KPK menangkap dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan pada Kamis, 29 November 2018.

KPK menduga Iswahyu Widodo dan Irwan menerima uang suap Rp650 juta untuk memuluskan penanganan perkara perdata di PN Jakarta Selatan.

Kasus suap itu juga melibatkan pengacara Arif Fitrawan dan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan.

Operasi di Jakarta itu hanya berselang tiga bulan dari operasi tangkap tangan yang menangkap sejumlah hakim di Medan. Mereka yang terkena operasi KPK adalah Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke, dan hakim ad hoc Merry Purba.

Marsudin, Wahyu, Sontan, dan Merry termasuk jajaran hakim yang menyidangkan kasus korupsi pengusaha Tamin Sukardi. PN Medan telah menjatuhkan vonis enam tahun penjara terhadap Tamin karena terbukti menjual aset negara sebesar Rp132 miliar.

Ketika operasi tangkap tangan berlangsung di Medan, pada saat yang sama mantan hakim PN Tangerang, Wahyu Widya Nurfitria divonis 5 tahun penjara.

Hakim Widya dan panitera pengganti PN Tangerang, Tuti Atika terjerat operasi tangkap tangan KPK pada Senin, 13 Maret 2018. Keduanya tertangkap tangan menerima suap dari dua orang advokat yakni Agus Wiratno dan HM Saipudin, agar memenangkan suatu perkara.

Sebelum di Tangerang, pengadilan juga telah menghukum hakim di Bengkulu. Hakim Tipikor PN Bengkulu, Dewi Suryana divonis 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 4 bulan penjara pada Februari 2018 lalu. Dewi terjerat operasi KPK pada September 2017.

Kasus penangkapan terhadap hakim di Bengkulu pun bukan sekali terjadi. Pada 23 Mei 2016, KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang Bengkulu sekaligus hakim tindak pidana korupsi, Janner Purba dan hakim ad hoc Pengadilan Negeri Bengkulu Toton.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR