HARBOLNAS

Harbolnas makin diminati perempuan dan kaum muda

Ilustrasi transaksi belanja daring
Ilustrasi transaksi belanja daring | Pixabay

Tanggal 12 Desember 2017 merupakan hari yang dapat dikatakan baik untuk konsumen di Indonesia. Pada hari itu 254 toko daring Tanah Air dari berbagai kategori kompak untuk terlibat dalam perhelatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017.

Momen tersebut menjadi ajang toko-toko daring memasang beragam potongan harga dan program lainnya yang bertujuan untuk menarik hati para pembeli.

Satu pekan berlalu, kini muncul statistik mengenai momen tersebut yang menyebutkan bahwa Harbolnas 2017 berhasil menarik lebih banyak kaum perempuan untuk berbelanja, setelah selama ini lebih dikuasai laki-laki.

Menurut lembaga survei Nielsen, ada 45 persen pembeli pada Harbolnas 2017 adalah kaum hawa, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pembeli berjenis kelamin laki-laki masih yang terbanyak, namun persentasenya turun menjadi 55 persen.

Selain itu, kelompok umur muda, yakni 15 sampai 24 tahun, juga mengalami kenaikan signifikan. Tahun ini, kategori umur muda menguasai 46 persen daftar pebelanja, naik 28 persen dari tahun lalu. Pembeli terbanyak berikutnya datang dari kelompok usia 24-34 tahun, 29 persen, turun 20 persen dari tahun lalu.

Infografik Harbolnas 2017
Infografik Harbolnas 2017 | Nielsen

Data tersebut diolah oleh Nielsen berdasarkan kuesioner daring pada 14 hingga 15 Desember 2017 di 24 kota, yang diikuti oleh 720 responden laki-laki dan perempuan mulai umur 15 tahun dan memiliki akses internet.

Temuan menarik lainnya adalah Harbolnas 2017 berhasil menggaet 27 persen konsumen baru yang belum pernah mengikuti kampanye ini. Selain itu sebanyak 5 persen pembeli merupakan pelaku baru ke dalam dunia pembelanjaan daring atau belum pernah melakukan sebelumnya.

Tidak hanya terfokus di pulau jawa, Harbolnas 2017 telah membawa kenaikkan transaksi di luar Pulau Jawa hingga 82 persen--Pulau Jawa naik sekitar 35 persen.

Hal ini sesuai dengan tujuan utama para panitia karena mereka telah melakukan roadshow ke beberapa kota (Surabaya, Makassar, dan Medan) sebelum tanggal 12 Desember guna mensosialisasikan dan lebih melibatkan UMKM lokal.

Karena jatuh pada hari kerja--hari Selasa--terjadi pola unik dalam lalu-lintas pembelanjaan. Periode waktu 09.00-12.00 WIB dan 15.00-21.00 WIB menjadi puncak tertinggi aktivitas berbelanja.

Infografik Harbolnas 2017
Infografik Harbolnas 2017 | Nielsen

Para pembeli juga sudah mulai meninggalkan media peramban pada komputer (desktop) dan beralih ke gawai mobile mereka dengan persentase 77 persen.

"Penggunaan browser untuk berbelanja tahun ini semakin turun ya. 77 persen shopper berbelanja dari perangkat mobile melalui aplikasi e-commerce itu sendiri," ujar Director Consumer Insight Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri, dalam acara temu media, Selasa (19/12) di Jakarta.

Bicara nilai total transaksi yang terjadi, Rusdy mengklaim bahwa berdasarkan data Nielsen, pada saat Harbolnas 2017 tercatat kenaikan rata-rata penjualan hingga 4,2 kali untuk semua toko daring yang berpartisipasi bila dibandingkan hari biasa.

Estimasi nilai total transaksi Harbolnas 2017 dari tanggal 11 hingga 13 Desember mencapai Rp 4,7 trilliun. "Meningkat Rp1,4 trilliun dibandingkan tahun 2016," ujar Rusdy.

Peningkatan transaksi yang tergolong besar ini datang berkat kehadiran potongan harga. Sebanyak 80 persen responden pada survei mengakuinya. Promosi pengiriman gratis juga menjadi magnet kedua dengan persentase 50 persen.

Rusdy menambahkan bahwa pembeli juga mulai tertarik dengan tawaran voucher, yang naik dari sebelumnya 12 persen menjadi 39 persen, dan tawaran uang kembali atau cashback yang naik dari 8 persen menjadi 23 persen.

Pada Harbolnas tahun ini, produk yang paling banyak dibeli masih dari kategori produk fesyen sebesar 74 persen (naik 6 persen). Posisinya disusul oleh produk jasa perjalanan atau travel 29 persen, dan produk kosmetik sebesar 28 persen.

Survei tersebut juga mencatat adanya dua pendatang baru yang langsung menarik perhatian di Harbolnas kali ini. Yakni, bill top up atau isi ulang saldo yang mencapai 27 persen, dan produk buku sebesar 13 persen.

Infografik Harbolnas 2017
Infografik Harbolnas 2017 | Nielsen

Meski sukses, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Yang paling tersorot adalah keluhan para warganet akan diskon dan barang palsu. Mengomentari hal ini, Ketua Pelaksana Harbolnas 2017, Achmad Alkatiri, menyatakan panitia dan peserta Harbolnas telah bertindak secara maksimal.

"Kami bertindak dan mengawasi sehingga keluhannya sangat minimum," ujar sosok yang memegang posisi sebagai Chief Marketing Officer Lazada Indonesia tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR